Mengenal Konsep Clean Eating

Tubuh memerlukan asupan nutrisi yang tepat agar dapat tetap berfungsi dengan baik. Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, banyak orang yang lebih memilih makanan cepat saji untuk alasan kepraktisan. Namun, banyaknya penyakit aneh-aneh yang menyerang usia muda membuat gaya hidup sebagian orang berubah. Semakin ke sini, semakin banyak orang yang sengaja menghindari makanan tertentu dan memilih pola makan yang jauh lebih alami dan sehat dengan menerapkan berbagai metode diet, salah satunya adalah clean eating.

Clean eating adalah program diet yang didasarkan pada pemikiran bahwa konsumsi makanan yang ideal adalah dengan mengonsumsi makanan utuh, makanan alami dan tidak melewati banyak pemrosesan. Pola makan ini lebih menekankan pada konsumsi buah dan sayur-sayuran, gandum utuh, protein yang tidak berlemak, dan menghindari makanan dalam kemasan serta hidangan cepat saji.

Clean eating juga mengacu pada gaya hidup secara keseluruhan. Pola makan ini menyarankan untuk makan enam kali sehari dalam porsi kecil, melakukan olahraga 5-7 kali seminggu, dan minum cukup air putih. Anda juga perlu menghindari minuman bersoda, alkohol, gorengan, gula pasir, serta margarine atau mentega.

Pada saat memulai diet clean eating, masalah utama yang dialami oleh orang yang menerapkan diet ini adalah sulitnya menyesuaikan lidah yang sudah terbiasa dengan rasa buatan sehingga mereka butuh adaptasi untuk agar dapat menikmati rasa alami dari makanan. Clean eating tetap mengonsumsi protein, tetapi ditekankan pada makanan berprotein dengan proses yang sehat tanpa minyak seperti dikukus, direbus, dibakar, dan semacamnya.
Pola makan ini sebenarnya sudah muncul sejak lama, di era 60-an. Belum jelas siapa yang pertama kali memperkenalkan diet ini. Menurut beberapa sumber, clean eating muncul sebagai gerakan untuk mengurangi kecenderungan pola makan yang pada masa itu lebih banyak menggunakan makanan berbahan pengawet dan makanan kemasan yang diproses pabrik.

Mengonsumsi makanan yang tidak melalui terlalu banyak proses pengolahan seperti pada clean eating dipercaya dapat membantu tubuh lebih produktif dan berenergi. Nutrisi dari makanan utuh seperti enzim, serat, vitamin dan mineral tidak terlalu banyak yang hilang. Nutrisi yang masih lengkap ini lebih baik dalam memberikan asupan energi pada sel-sel tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Clean eating juga membantu menstabilkan gula darah sehingga mengurangi risiko diabetes. Riset yang dilakukan di Michigan State University Extension, menunjukkan bahwa sarapan dengan makanan kaya serat dari gandum utuh dapat menunjang energi hingga waktu makan siang dibandingkan roti tawar atau nasi. Selain itu, sebuah penelitian di New Zealand melaporkan bahwa konsumsi buah dan sayuran segar bisa meningkatkan mood sehingga membuat Anda lebih rileks dan bahagia.

Pada dasarnya, pola makan clean eating mengarah pada perubahan gaya hidup yang cukup signifikan. Butuh motivasi yang cukup kuat untuk benar-benar bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-sehari. Anda bisa mulai menerapkan pola makan yang sehat secara perlahan, namun perlu diingat Anda juga harus konsisten. Karena kesehatan itu sangatlah mahal harganya.

*pic chevydetroit.com

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY