Mengenal Lebih Dalam Plus Minus Bedah Vaginoplasty

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Vaginoplasty adalah prosedur bedah untuk mengencangkan dan mengembalikan tampak asli vagina. Prosedur ini juga dikenal dengan istilah operasi pengencangan vagina, operasi plastik vagina atau rekonstruksi vagina. Sebab orang yang melakukan bedah vaginoplasty biasanya karena vagina yang kendur atau longgar setelah melahirkan atau penuaan.

Bedah Vaginoplasty dilakukan dengan membuang jaringan yang berlebih dan merapatkan jaringan penyokong dan otot dinding vagina, perineum serta dasar panggul. Perineum adalah daerah antara area genital eksternal wanita atau vulva dan anus. Bedah ini cocok ditujukan untuk

  1. Wanita dengan bentuk vagina yang terlalu kendur akibat melahirkan, penuaan dan kegemukan.
  2. Wanita dengan kelainan permanen pada daerah vagina.
  3. Berkurangnya gairah seksual dan hilangnya rasa percaya diri sehingga aktifitas seksual kurang memuaskan.

Menurut ahli bedah plastik Lisa Hasibuan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung operasi vaginoplasty sepenuhnya aman. Namun sebelum melakukan bedah ini, sangat diperlukan konsultasi dengan ahli kandungan dan bedah plastik. Rekomendasi yang didapatkan keduanya menentukan bagaimana tindak operasi dilakukan.

Seperti bedah pada umumnya terdapat nilai plus minus yang akan ditimbulkan setelah melakukan bedah. Manfaat atau nilai plus pada bedah vaginoplasty diantaranya yaitu

  1. Mengencangkan vagina yang telah kendur akibat dari proses melahirkan dan gagal setelah melakukan senam kegel secara rutin.
  2. Meningkatkan rangsangan otot-otot vagina sehingga dapat meningkatkan gairah seksual, gesekan yang lebih baik dan orgasme yang lebih kuat. Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) bedah Vaginoplasty vaginoplasty dapat meningkatkan sensitivitas.
  3. Mempercantik tampilan fisik vagina sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri.
  4. Mengatasi gangguan turunan dan dapat diatasi dengan bedah ini seperti hiperplasia adrenal kongenital, Agnesis atau Aplsasi Mullerian, Atresia Vagina, Gangguan atau syndrome Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH).

Beberapa kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi dan menjadi nilai minus pada bedah ini yaitu

  1. Timbulnya Dyspareunia atau rasa nyeri pada saat berhubungan.
  2. Terjadi perdarahan dan infeksi.
  3. Kemungkinan terjadi Striktur atau lubang vagina terlalu sempit sehingga membutuhkan operasi lain.
  4. Terjadinya Nekrosis atau kematian jaringan dan timbul luka parut atau jaringan parut.
  5. Prolaps vagina, dapat terjadi pada orang dengan tujuan penggantian kelamin.
  6. Perubahan sensasi secara permanen .

Berdasarkan buku Kama Sutra oleh seorang seksolog Dr. Ferrytal Loestan, operasi vaginoplasty hanya memberikan efek sempit untuk sementara. Otot-otot vagina kemudian akan menjadi kendur dan kehilangan daya cengkeramnya karena sejumlah otot telah dipotong untuk mempersempit saluran vagina. Jika kembali melakukan proses melahirkan maka otot di daerah vagina juga akan megalami kekendurang yang lebih parah. Siklus menstruasi juga akan terganggu karena lemahnya otot di daerah vagina, sehingga dapat terjadi perdarahan berlebih.

Tindakan operasi yang dipertimbangkan dengan baik akan mencegah terganggunya pemulihan saraf setelah operasi. Selama kurun waktu yang telah ditentukan, sebaiknya tetap rutin berkonsultasi untuk mencegah lebih dini jika terdapat keluhan tertentu seperti perdarahan, bengkak atau sekedar gatal. Serta dapat dilakukan screening untuk memastikan kondisi vagina dalam kondisi baik, mengambil tindakan yang tepat dan merencanakan perawatan setelah operasi. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here