Mengenal Masalah Kesehatan Jiwa Early Psychosis atau Psikosis Dini

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dengan upaya pendidikan mental health secara publik yang dilakukan terus menerus akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menanggapi masalah kesehatan mental. Jika ada anggota keluarga atau teman yang mengalami masalah pada kondisi mental, doronglah dia untuk mencari bantuan medis sesegera mungkin. Pengobatan yang tepat akan meningkatkan pemulihan sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan baik.

Psikosis/psikotik merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh seseorang, ditandai dengan adanya kesulitan dalam menilai realita, sehingga tidak mampu membedakan suatu hal nyata atau tidak. Psikosis merupakan suatu kumpulan gejala atau sindrom yang berhubungan dengan gangguan psikiatri pada fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi dan hubungan antara individu dengan lingkungannya.

Apa yang dimaksud dengan psikosis dini atau early psychosis?

Psikosis dini merupakan suatu kondisi mental yang tidak normal yang sering disertai dengan delusi, halusinasi, dan kemampuan bicara yang tidak terorganisir. Pikiran, emosi dan perasaan orang yang menderita psikosis dini seringkali tidak berhubungan dengan kenyataan. Jika psikosis ini diidentifikasi pada tahap awal dan dilakukan pengobatan dengan benar, ada peluang untuk bisa meminimalkan cacat yang diakibatkannya dan mencegah komplikasi serius dari perkembangan penyakit ini.

Apa penyebab psikosis dini atau early psychosis?

Psikosis dini mengacu pada sekelompok gejala atau kondisi kesehatan mental yang tidak normal. Gejala yang ditimbulkan dapat terjadi karena penyebab yang berbeda-beda, Beberapa faktor seperti faktor biologis, psikologis dan sosial memiliki peran yang saling berkaitan seperti kurang tidur, kondisi fisik, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, maupun kerusakan otak. Psikosis dini ini sebenarnya bukanlah suatu diagnosis tetapi sindrom klinis yang terdiri dari gejala yang telah disebutkan yang saling berkaitan satu sama lain.

Pada faktor biologis terjadi peningkatan aktivitas dopamin (zat kimia otak), bisa karena genetik/keturunan, kelainan organik, penggunaan napza dan lain sebagainya. Pada faktor psikologis antara lain adalah memiliki ciri pribadi yang tertutup, motivasi diri dan pola asuh keluarga. Faktor sosial yang menyebabkan psikotik ini seperti mengalami peristiwa yang menimbulkan stress kronik, konflik dalam keluarga dan kurangnya dukungan dari lingkungan.

Apa saja gejala psikosis dini atau early psychosis?

  1. Memiliki kemampuan berbicara yang tidak terorganisir, cara berbicara yang dimiliki tidak terorganisir dan tidak koheren sehingga sulit untuk dipahami orang lain.
  2. Mengalami delusi yaitu keyakinan yang salah dan tak tergoyahkan yang tidak berhubungan dengan kehidupan nyata.
  3. Halusinasi, seseorang mungkin melihat atau merasakan benda yang tidak ada atau mendengar suara khayalan dan menganggapnya nyata.
  4. Gejala psikosis lainnya, pengabaian diri, isolasi dan penarikan diri dari lingkungan sosial, dan kurangnya motivasi untuk bekerja maupun belajar.

Apa intervensi yang dilakukan pada psikosis dini?

Intervensi awal early psychosis tidak hanya fokus pada deteksi secara dini, intervensi dan pencegahan, namun juga bagaimana cara mempertahankan layanan terapi dalam periode kritis hingga 2-3 tahun setelah pulih dari episode pertama. Hal ini emmaksimalkan kesempatan individu untuk full recovery, mengurangi risiko kekambuhan dan menurunkan beban akibat penyakit.

Program dan layanan early psychosis di tiap negara berbeda sesuai dengan situasi dan kebutuhan negara tersebt, namun secara garis besar adalah sebagai berikut :

  1. Skrining pasien baru early psychosis.
  2. Sharing dan diskusi dengan pasien dan keluarga secara self help group/peer support.
  3. Assertive community treatment (ACT) dan intervensi krisis di masyarakat.
  4. Pelayanan di rawat jalan dan atau rawat inap:
  • Penegakan diagnosis dan monitoring
  • Pemberian psikofarmakologi
  • Psikoedukasi pasien dan keluarga dan asuhan keperawatan
  • Medication adherence strategies
  • Manajemen stress
  • Social skill training
  • Relaps prevention plan
  • Psikoterapi : suportif, CBT
  • Assertive follow-up

Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here