Mengenal Operasi Bypass Jantung

0
6
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak cara dilakukan sebagai bentuk penanganan terhadap penyakit jantung, salah satunya adalah dengan operasi bypass jantung. Operasi bypass jantung ini dilakukan jika di pembuluh darah arteri koroner terdapat sumbatan. Dengan operasi ini, diupayakan aliran darah ke otot jantung dapat kembali lancar.

Operasi bypass jantung dilakukan apabila cara lain belum mampu menghilangkan sumbatan tersebut. Sebelumnya tentu pasien sudah disarankan untuk memperbaiki pola makan, berolahraga, dan menjalani pola hidup sehat. Bahkan jika telah dilakukan pemasangan ring jantung namun belum menampakkan hasil maka barulah dilaksanakan operasi bypass jantung tersebut.

Menurut arti katanya, bypass sendiri mengandung makna mencari jalan alternatif lain. Hal itu mengacu pada operasi bypass jantung yang dilakukan dengan cara mencari dan menggunakan aliran pembuluh darah yang lain agar otot jantung tetap mendapat cukup oksiden. Biasanya digunakan pembuluh vena dari kaki untuk menggantikan pembuluh darah yang tersumbat.

Dengan operasi bypass jantung dapat menyembuhkan gejala penyakit jantung. Setelah operasi tersebut, pasien dapat melakukan akitifitas seperti biasa selama 10 hingga 15 tahun kemudian. Setelah rentang waktu tersebut, apabila ditemukan penyumbatan, kemungkinan diperlukan operasi bypass lagi.

Sebelumnya, operasi bypass jantung dilakukan dengan metode konvensional dengan sayatan yang besar diakibatkan oleh pembelahan tulang dada. Selama dilakukan operasi bypass jantung konvensional ini, fungsi jantung pasien dihentikan untuk sementara waktu, digantikan oleh alat jantung. Dengan metode konvensional tersebut, banyak risiko yang dihadapi di antaranya adalah memerlukan transfuse darah lebih banyak, nyeri yang lebih terasa, masa pemulihan lebih lama dan risiko infeksi juga lebih besar.

Seiring dengan perkembangan teknologi, beberapa rumah sakit telah dapat meminimalisir sayatan yang harus dilakukan selama proses operasi bypass jantung. Operasi dengan sayatan minimal tersebut dikenal dengan minimally invasive cardiac surgery coronary artery bypass grafting. Dengan minimal sayatan tersebut, memberikan keuntungan bagi pasien agar segera pulih sehingga dapat segera melakukan aktifitas sehari- hari. Risiko infeksi pun bisa lebih dihindari serta intensitas nyeri yang dirasakan lebih rendah daripada metode konvensional.

Namun di balik manfaat operasi bypass jantung yang sudah dibahas sebelumnya, ada beberapa risiko yang harus dihadapi yaitu kemungkinan pasien tidak dapat bertahan hidup selama dilakukan operasi. Risiko tersebut akan bertambah jika pasien juga menderita diabetes atau mungkin pernah mengalami operasi jantung. Selain itu risiko komplikasi juga bisa terjadi seperti pembekuan darah yang menimbulkan kemungkinan stroke, serangan jantung,, juga bisa terjadi gangguan ginjal, demam, hilang ingatan dan lain sebagainya.

Setelah operasi tersebut dilakukan, pasien memang dapat beraktifitas seperti biasa, namun belum sepenuhnya aman dari serangan jantung. Pasien tetap harus menjaga pola hidup sehat seperti makanan sehat dan berolahraga.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY