Mengenal Periode Emas Tumbuh Kembang Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hampir semua orangtua menginginkan anaknya kelak tumbuh sehat dan cerdas. Maka, sudah kewajiban orangtua untuk memperhatikan tumbuh kembang anak. Dalam perkembangan anak, dikenal periode emas (golden age) yang sangat penting untuk masa depan si buah hati. Sebenarnya, apa periode emas tersebut?

Golden age adalah usia anak pada masa-masa awal hidupnya di dunia. Rentang usia golden age ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Namun, pemerintah Indonesia menetapkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 bahwa golden age adalah insan manusia yang berusia 0–5 tahun.

Usia tersebut berada pada perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak. Golden age merupakan periode yang menjadi basis, landasan, dan fondasi berbagai aspek perkembangan seorang manusia.

Pada masa golden age, pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini, terjadi hubungan antarsel saraf. Kuantitas dan kualitas sambungan ini menentukan kecerdasan balita. Memori anak juga sudah mulai bekerja di masa ini.

Anak di usia 5 tahun pertama diketahui memiliki kemampuan photographic memory, mengingat bak mata kamera. Tak jarang, memori ini dapat terekam hingga bertahun-tahun kemudian sehingga membentuk watak, kepribadian, dan caranya menghadapi suatu keadaan. Di atas lima tahun, kemampuan memorinya menurun.

Secara umum, karakteristik anak dalam golden age bisa dilihat di bawah ini:

  • Rasa ingin tahu yang besar

Anak di usia golden age memiliki rasa ingin tahu tentang dunia sekitarnya. Pada masa bayi, rasa inign tahu ini ditunjukkan dengan meraih benda yang ada dalam jangkauannya. Tak jarang kemudian memasukkannya ke mulutnya. Pada usia 3–4 tahun, anak sering membongkar pasang segala sesuatu untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Ia juga mula gemar bertanya walau dalam bahasa yang masih sangat sederhana.

  • Pribadi unik

Pola umum perkembangan anak memang ada. Namun, setiap anak memiliki kekhasan tersendiri dalam hal bakat, minat, gaya belajar dan sebagainya. Keunikan ini berasal dari faktor genetik dan lingkungan.

  • Berfantasi dan berimajinasi

Anak usia dini sangat suka membayangkan dan mengembangkan berbagai hal. Tak sedikit dari hal-hal yang dibayangkannya itu jauh dari realitas. Anak pada usia ini memang belum banyak membedakan sesuatu yang real dan tidak.

  • Paling potensial untuk belajar

Masa ini adalah periode yang paling potensial untuk belajar. Belajar di sini tidak selalu berupa yang serius, namun banyak hal.

  • Egosentris

Anak pada saat golden age hampir memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Hal ini, misalnya, terlhat dari perilaku anak yang masih suka berebut mainan atau menangis sampai keinginannya terpenuhi.

  • Daya konsentrasi yang pendek

Pehatian anak akan mudah teralihkan pada hal lain, terutama yang menarik perhatiannya.

  • Bagian dari makhluk sosial

Menjelang akhir golden age, anak mulai belajar berbagi dan beradaptasi sebagai makhluk sosial. Melalui interaksi sosial ini, anak membentuk konsep dirinya. Ia mulai belajar bagaimana caranya agar ia bisa diterima di lingkungan sekitarnya. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY