Mengenal Pola Asuh Otoritatif pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pola asuh orang tua adalah cara yang dilakukan orangtua dalam mendidik anaknya baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada anak. Secara umum, pola asuh orangtua dalam mendidik anaknya terdiri dari tiga macam yaitu pola asuh otoriter, pola asuh otoritatif dan pola asuh permisif. Pada kesempatan kali ini, penulis akan menjabarkan mengenai pola asuh otoritatif.

Pola asuh otoritatif atau sering disebut pola asuh demokratis ditandai dengan adanya pengakuan orangtua terhadap anak, dimana anak kemudian diberikan kesempatan untuk tidak selalu bergantung dengan orangtua dan diberi kesempatan mengatur hidupnya. Pola pendidikan demokratis adalah suatu cara mendidik dan mengasuh anak yang dinamis, aktif dan terarah, dimana berusaha mengembangkan setiap bakat yang dimiliki sang anak untuk kemajuan perkembangannya.

Pola asuh otoritatif menempatkan anak sebagai faktor utama dan terpenting di dalam pendidikan. Hubungan antara orangtua dan anaknya dalam proses pendidikan diwujudkan dalam bentuk yang didasari oleh prinsip saling menghargai dan saling menghormati. Peran dan hak orangtua hanya memberi tawaran dan pertimbangan dengan segala alasan dan argumentasinya, selebihnya anak sendiri yang memilih alternatif dan menentukan sikapnya.

Pola asuh ini juga memiliki karakteristik berupa intensitas tinggi akan kasih sayang, keterlibatan orangtua, tingkat kepekaan orangtua terhadap anak dan mendorong anak pada kemandirian. Orang tua yang menerapkan pola asuh otoritatif memiliki sifat yang sangat demokratis, memberikan kebebasan kepada anak namun tetap memberikan batasan dengan maksud mengarahkan anak dalam menentukan keputusan yang tepat dalam hidupnya.

Anak yang di didik oleh orangtua dengan pola asuh otoritatif memiliki tingkat kompetensi sosial yang tinggi, percaya diri dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, akrab dengan teman sebaya serta mengetahui konsep harga diri yang tinggi. Sang anak juga diberi kesempatan mengembangkan kontrol internalnya sehingga sedikit demi sedikit berlatih untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka dilibatkan dan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam mengatur hidupnya, sehingga memungkinkan anak dapat belajar secara aktif dalam mengembangkan dan memajukan potensi bawaannya serta dapat kreatif dan inovatif.

Beberapa indikator dari pola asuh otoritatif adalah sebagai berikut:

  1. Peraturan dari orangtua lebih luwes
  2. Menggunakan penjelasan dan diskusi dalam berkomunikasi dengan anak
  3. Adanya sikap terbuka antara orangtua dan anak
  4. Adanya pengakuan orangtua terhadap kemampuan anak-anaknya
  5. Memberi kesempatan kepada anak untuk tidak selalu bergantung dengan orangtua

Banyak yang mendukung agar menerapkan pola asuh otoritatif ini di rumah, karena pola asuh ini dapat mengimbangi rasa keingintahuan remaja. Sehingga proses anak dalam melakukan perilaku tindakan antisosial cenderung bisa dibatasi. Karena walaupun sang anak dibebaskan, orangtua tetap terlibat dengan memberi batasan berupa peraturan yang tegas. (SFK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here