Mengenal Skoliosis yang Banyak Menyerang Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak di antara masyarakat yang belum memahami apa itu skoliosis. Padahal bisa saja seseorang sedang mengalami kelainan tulang belakang ini, namun tidak pernah menyadarinya. Berikut ini akan dipaparkan mengenai definisi, ciri-ciri dan penyebab skoliosis.

Definisi dan jenis skoliosis

Skoliosis merupakan kondisi yang tidak normal, yakni melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang kerap muncul pada tujuh tahun pertama fase kehidupan anak.

Seperti yang diketahui jika normalnya tulang belakang berbentuk kurva dari atas bahu hingga ke bawah, terlihat lurus dari posisi belakang, dan terlihat agak sedikit melengkung ke belakang dari samping. Sementara itu pada pada skoliosis apabila dilihat dari posisi belakang, maka tulang melengkung ke samping seperti membentuk huruf “C” atau “S”.

Scoliosis Research Society melaporkan jika lebih dari 80% kasus skoliosis berjenis idiopatik, itu artinya tidak terdeteksi apa penyebabnya. Secara umum penyebab terjadinya skoliosis tidak bisa diketahui secara pasti, sekaligus tidak selalu bisa dicegah.

Jenis skoliosis yang paling banyak muncul adalah skoliosis idiopatik (sekitar 80%). Kemudian jenis idiopatik dibagi berdasarkan beberapa kelompok umur. Pembagian tersebut yakni kategori bayi (usia 0-3 tahun), kategori anak (usia 4-10 tahun), kategori remaja (usia 11-18 tahun), dan kategori dewasa (usia 18 tahun ke atas). Sementara itu hanya sekitar 20%, jenis skoliosis yang penyebabnya bisa diidentifikasi.

Kenali ciri-ciri dan penyebab skoliosis

Di atas sudah dijelaskan bahwa skoliosis merupakan kondisi fisik pada seseorang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke arah samping. Dengan berbagai kondisi keparahan, maka ciri-ciri yang terjadi juga bisa bervariasi.

Gejala umum skoliosis adalah salah satu bahu akan lebih tinggi dari yang lain. Ciri lain yang bisa muncul adalah salah satu tulang belikat lebih menonjol dari yang lain. Kemudian Tulang belakang juga seperti terpuntir. Selain itu bisa muncul masalah pernapasan karena kurangnya ruang gerak paru-paru.

Penyebab umum terjadinya skoliosis seperti: kelainan bentuk tulang belakang karena bawaan lahir, kelainan otak yang mempengaruhi saraf tulang belakang, dan masalah genetik lainnya. Hal-hal lain yang juga diduga bisa menyebabkan skoliosis adalah kebiasaan duduk yang salah dalam jangka waktu lama dan kurang berolahraga.

Kelainan skoliosis juga bisa terjadi sebagai dampak dari pola gejala yang diistilahkan sindrom. Di lain pihak dalam sebuah kasus bayi bisa lahir dengan scoliosis, hal tersebut disitilahkan sebagai skoliosis bawaan. Skoliosis bawaan diakibatkan karena tulang belakang tumbuh secara tidak normal, ketika bayi masih di dalam rahim.

Smentara itu skoliosis yang dialami orang dewasa terkadang bisa diakibatkan oleh kerusakan secara bertahap di sekitar tulang belakang. Hal tersebut disitilahkan sebagai skoliosis degeneratif. Kondisi ini bisa terjadi karena bagian tulang belakang menjadi lebih lemah dan sempit, seiring bertambahnya usia. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here