Mengenal Stranger Anxiety atau Kecemasan Anak Bertemu Orang Baru

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kenapa buah hati tiba-tiba seperti takut bertemu orang baru? Seiring berkembangnya kemampuan intelektual dan emosional anak, mereka belajar untuk mengenal orang-orang baru di sekitarnya dan menjadi melekat dengan orang tua atau pengasuhnya. Dengan bertambah kuatnya ikatan ini, membuat anak seringkali menjadi cemas atau takut apabila orang tua mereka pergi meninggalkanya atau jika orang asing muncul mencoba mendekatinya. Ketakutan ini merupakan bagian normal dalam perkembangan anak dan harus membaik seiring berjalannya waktu. Kondisi ini disebut dengan istilah Stranger Anxiety”.

Orang tua mungkin akan terkejut bila tiba-tiba si buah hati yang murah senyum, yang selama ini selalu menjadi “bintang” di acara-acara keluarga, tiba-tiba menolak menebar pesonanya ketika berada di sekitar orang yang baru ia temui. Sebenarnya sebagian besar anak kecil pada akhirnya akan melakukan hal ini, yakni fase dimana anak kecil merasa cemas akan kehhadiran orang asing fenomena ini disebut dengan stranger anxiety, suatu fase alami dari perkembangan sosial yang dimulai di sekitar bulan ke- 6 sampai ke- 9.

Si kecil belajar mengenali siapa orang tuanya dan siapa saja figur-figur lain yang penting dalam hidupnya sejak usia dini. Awalnya si kecil akan menunjukkan rasa senangnya tiap kali melihat Ibu muncul, tetapi begitu jugalah reaksi yang ia berikan kepada orang-orang lain. Dengan semakin lekatnya sang buah hati pada Ibu, hal ini akan membuat si kecil semakin diskriminatif terhadap orang lain, selain Ibu.

Pada awalnya, si buah hati mungkin akan terlihat lebih waspada ketika berhadapan dengan orang asing yang baru pertama kali ia lihat. Si kecil juga menjadi lebih diam dan lebih mengawasi segala sesuatu yang mendekati padanya. Kemudian si kecil mungkin akan menolak apabila ada orang asing yang menghampirinya terlalu dekat yang mencoba untuk mengajak bermain atau menggendongnya.

Stranger anxiety kemudian dapat meningkat hingga benar-benar menjadi suatu penolakan. Hal ini ditandai dengan si kecil yang sering menangis atau melakukan protes keras kepada orang selain Ibu, bahkan pada saat Ibu juga berada di dekatnya.

Namun, tak perlu khawatir karena stranger anxiety adalah salah satu tahapan dari tumbuh kembang anak dalam aspek emosional pertama bagi si kecil. Memang tidak semua bayi mengalami kecemasan ini secara signifikan, tapi sebagian besar menunjukkan kecemasan ini hingga batas tertentu, dimulai pada paruh kedua tahun pertamanya. Pada banyak anak, hal ini bisa jadi fase yang pendek, namun untuk beberapa anak lainnya ini bisa terus bertahan sampai masa batita.

Pada masa ini, Ibu tak bisa memaksa si kecil untuk menjadi supel, dan bukan merupakan ide yang baik juga untuk mencobanya. Yang perlu dilakukan ibu adalah menghargai tanda-tanda kematangan perkembangan si kecil ini. Jangan sekali-kali paksa si kecil untuk tersenyum dan berinteraksi dengan orang asing, karena usaha ini akan sia-sia saja. Lebih baik, berikanlah si kecil sedikit ruang dan waktu, yang bisa membuatnya menghangat dan menganggap kehadiran orang asing tersebut sebagai seorang teman yang baik bagi dirinya.

Fase perkembangan kecemasan bertemu dengan orang baru ini berbeda dari rasa malu. Karena, merasa malu di sekitar orang baru adalah sifat kepribadian yang lebih mungkin untuk terus dibawa dan dimiliki si kecil hingga fase stranger anxiety ini berlalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here