Mengenal Stunting atau Kelainan Pertumbuhan Fisik Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Stunting berasal dari kata Stunt dalam bahasa Inggris yang berarti kerdil. Stunting adalah suatu masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu lama sebagai akibat dari pemberian makanan yang kurang sesuai dengan kebutuhan gizi. Seorang anak dapat dikategorikan stunting apabila terjadi retardasi (kelambatan) pertumbuhan memanjang, atau dapat mengalami defisit panjang badan yang tidak sesuai dengan umurnya.

Stunting dapat terjadi pada saat janin masih berada di dalam kandungan dan akan terlihat dampaknya pada saat anak berusia dua tahun. Berdasarkan data yang diperoleh dari Millenium Challenge Corporation Indonesia, Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia dengan jumlah anak yang memiliki kondisi stunting. Terdapat lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia yang tingginya di bawah rata-rata.

Berdasarkan data yang ada, hal ini dapat menjadi masalah yang serius bagi negara Indonesia di masa yang akan datang. Pasalnya perkembangan fisik yang tidak normal dapat digunakan sebagai gambaran mengenai riwayat status gizi dan berkembangan berikutnya. Apabila nantinya banyak anak-anak Indonesia yang mengalami stunting, maka dikhawatirkan dapat menghalangi sang anak untuk berkontribusi dalam proses pembangunan di Indonesia.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mendez dan Adair pada tahun 1999 di Filipina, penelitian tersebut menekankan pada sebuah tes berhubungan dengan fungsi kognitif anak yang ditemukan stunting pada umur 2 tahun, penelitian tersebut memiliki hasil bahwa tes kognitif pada anak yang stunting memiliki hasil yang lebih rendah jika dibandingkan dengan anak yang tidak stunting. Penelitian lan juga membuktikan bahwa ditemukan anak yang stunting yang menampilkan performa yang buruk pada tes perhatian, memori bekerja, memori belajar, dan kemampuan visiospasial. Sementara itu, sebuah penelitian di negara Meksiko menyebutkan bahwa anak-anak yang menderita stunting pada usia 24-60 bulan  memiliki kecenderungan untuk sekaligus mengalami obesitas.

Terlepas dari dampak jangka pendek dan jangka panjang dari stunting, pertumbuhan fisik yang terhambat tersebut dapat diakibatkan karena beberapa hal diantaranya adalah faktor ekonomi. Seperti pada penjelasan paragraf pertama bahwa stunting dapat terjadi mulai saat sang anak masih berada di kandungan, saat-saat itulah pertumbuhan anak sangat bergantung terhadap nutrisi yang didapatkan dari ibunya. Apabila nutrisi saat kehamilan kurang, maka efek yang dapat terjadi adalah sang anak mengalami proses stunting.

Selain faktor nutrisi, ternyata kurangnya mengonsumsi zat besi tambahan juga dapat memicu pertumbuhan anak yang lebih pendek. Setelah bayi lahir, umumnya ASI langsung diberikan pada sang bayi. Apabila ASI dan MPASI kurang tercukupi, hal terebut dapat menjadi faktor penyebab anak stunting. Adapun faktor genetik juga dapat menyebabkan anak mengalami proses stunting.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here