Mengenal Tipe PMS

Menjelang haid atau menstruasi biasanya beberapa wanita mengalami gejala yang tidak nyaman, menyakitkan, dan mengganggu. Gejala ini sering disebut dengan sindrom pra menstruasi atau PMS. PMS ini merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita yang umumnya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. PMS sendiri umumnya dapat hilang begitu menstruasi dimulai, namun dapat pula berlanjut setelahnya.

Sekitar 80% – 95% wanita pada usia melahirkan mengalami gajala-gajala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya. Pada sebagian  wanita antara usia 20 hingga 35 tahun, sindrom pra menstruasi bisa saja besar pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari aktivitas sehari-hari seperti bekerja. Banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun kadang bersamaan dengan gejala PMS. Nyeri pada bagian perut disebabkan karena adanya kontraksi rahim karena wanita mengeluarkan hormon yang dilepaskan tubuh.

Secara umum, ada 4 tipe PMS dan masing-masing memiliki gejala sendiri :

1. PMS tipe A (Anxiety)

PMS Anxiety ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, ketegangan saraf dan perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mungkin mengalami depresi ringan hingga moderat sebelum menstruasi. Gejala ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, di mana kadar hormon estrogen menjadi terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. PMS tipe ini juga bisa jadi disebabkan kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya meningkatkan konsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi kopi.

2. PMS tipe C (Craving)

PMS tipe C ditandai dengan rasa lapar ingin mengonsumsi makanan yang manis – manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia ini timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh yang meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, makanan dengan kadar garam tinggi atau kekurangan asam lemak esensial (omega 6) dan magnesium.

3. PMS tipe D (Depression)

PMS tipe D ditandai dengan gejala perasaan depresi, ingin menangis, gangguan tidur, pelupa, binggung, dan bahkan kadang–kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. PMS tipe ini bisa saja berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, dan hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar–benar merupakan PMS D murni. PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, hormon progesteron dalam siklus haid menjadi terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogen. Kombinasi PMS tipe D dan A dapat disebabkan oleh stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B terutama B6.

4. PMS tipe H (Hyperhydration)

PMS tipe H ditandai dengan gejala edema (bengkak), perut kembung, nyeri payudara, pembengkakan tangan dan kaki dan peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala pada tipe PMS ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan umumnya terjadi akibat akumulasi air pada jaringan di luar sel karena tingginya asupan garam atau gula dari makanan yang dikonsumsi.

*pic makeitaffardable.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here