Mengenal Upaya Merangsang Kontraksi Rahim atau Induksi Persalinan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Induksi persalinan merupakan suatu upaya untuk menstimulasi kontraksi sebelum mulai terjadinya persalinan spontan, disertai ada atau tidak adanya rupute membrane. Argumen ini mengarah kepada stimulasi dimana kontraksi spontan yang dianggap tidak kuat karena serviks mengalami kegagalan dilatasi dan penurunan janin (Cunningham, 2013).  Induksi persalinan yaitu suatu tindakan  yang dilakukan dengan cara buatan terhadap ibu belum dalam inpartu yang bertujuan untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim sehingga terjadi persalinan. (Wiknjosastro, hanifa, 2007).

Menurut Americn College of Obstetricians and Gynecologists )ACOG) menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan apabila kondisi bayi di dalam kandungan beresiko mengalami bahaya jika tetap dipertahankan. Berikut ini beberapa faktor yang menjadi alasan dilakukannya induksi persalinan, yaitu :

  1. Kesehatan ibu
  2. Kesehatan bayi
  3. Usia kehamilan dan ukuran bayi
  4. Posisi bayi di dalam rahim
  5. Kondisi leher rahim

Induksi persalinan dapat menimbulkan komplikasi yaitu terjadinya rupture uteri dimana ibu akan mengalami perdarahan yang hebat. Selain itu induksi persalinan dapat beresiko terjadinya kegawatan pada janin. Berikut ini beberapa metode yang digunakan dalam induksi persalinan, diantaranya :

Secara medis

  1. Menggunakan prostagladin

Penggunaan prostagladin dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim yang bertujuan untuk mematangkan leher rahim sehingga leher rahim dapat menipis dan membuka. Pada umumnya dokter memberikan prostagladin dimasukan melalui vagina atau anus.

  1. Oksitosin

Pemberian oksiton pada proses induksi persalinan yaitu diberikan melalui cairan infus dimulai dengan dosis rendah. Biasanya dokter memberikan dosis 0,5 IU oksitosin  dalam botol pertama dengan tetesan 8 tpm. Kemudian dalam waktu 15 menit apabila kondisi janin bagus tetesan infus dinaikan 4 tpm hingga batas maksimal menjadi 20 tpm. Jumlah oksitosin yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan ibu.

  1. Penggunaan kateter foley

Tindakan medis untuk melakukan induksi persalinan tidak hanya diberikan dengan obat prostagladin ataupun dengan pemberian oksitosin akan tetapi dapat dilakukan juga dengan memasukan kateter dengan balon khusus ke ujung leher rahim. Tindakan ini disebut dengan kateter foley. Tujuan dilakukannya kateter foley yaitu untuk merangsang pelepasan hormon prostagladin di dalam tubuh sehingga munculnya kontraksi yang menyebabkan leher rahim melunak dan membuka.

  1. Cairan hipertonik intrauteri

Salah satu alasan diberikannya cairan hipertonik intrauteri pada proses induksi yaitu untuk merangsang terjadinya kontraksi rahim apabila bayi sudah mati di dalam kandungan. Pada umumnya cairan tersebut berupa cairan garam hipertonik 20 atau urea.

Secara Manipulatif atau Tindakan

  1. Rangsangan puting susu

Merangsang puting susu merupakan salah satu tindakan kedalam proses induksi persalinan yang bertujuan untuk merangsang timbulnya kontraksi secara alami.

  1. Amniontomi

Amniotomi termasuk kedalam proses induksi persalinan. Biasanya tindakan ini dilakukan apabila kepala bayi sudah pindah ke panggul dan serviks sudah membuka beberapa sentimeter. Amniontomi dilakukan untuk merangsang kontraksi dan mempercepat penurunan kepala bayi. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here