Mengenal dan Cara Menangani Alopecia Areata atau Kebotakan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pasti pembaca sering melihat orang-orang yang mengalami kebotakan kan? Atau bahkan Anda sendiri sedang mengalaminya? Kebotakan bisa dialami oleh siapa saja? Bagaimana pencegahan dan penanganannya?

Alopecia Areata merupakan kondisi yang menyebabkan penyakit kebotakan. Sebagian dari kita tentunya sering melihat seorang laki-laki yang sudah memasuki usia senja mengalami kebotakan kan? Padahal sebenarnya kebotakan dapat dialami oleh siapa saja, semua orang, bahkan anak-anak sekalipun.

Penderitanya mengalami kerontokan rambut secara terus-menerus. Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh autoimun atau adanya sistem imunitas yang tidak bisa dibaca oleh tubuh dan justru menyerang bagian kulit tertentu yang membuat folikel tidak bisa bertahan. Bahkan kondisi ini sulit diprediksi dan dapat terjadi sebuah kebotakan penuh. Bahkan penyakit ini juga dapat disebabkan oleh keturunan.

Bagaimana kita mengenalinya? Apa gejalanya?

Gejalanya ialah terdapatnya bagian pada kulit kepala yang mengalami kekosongan rambut dalam waktu yang relatif cepat berbentuk bulat atau botak sebesar koin. Sekilas jika dilihat kulit kepala akan terlihat biasa saja, tidak mengelupas. Tapi bila dirasakan sebenarnya ada perasaan gatal.

Jika dilihat dari gejalanya, ada perbedaan tipe kerontokan rambut pada pria dan wanita. Pada pria seringkali terjadi kerontokan pada garis rambut bagian atas kepala, sedangkan pada wanita kerontokan terjadi pada umumnya pada bagian depan atau atas kepala.

Aleopecia Areata memanglah bukan penyakit ganas yang dapat mengancam kematian, tapi penyakit ini justru dapat menjadi indikasi bahwa adanya penyakit lain. Jika dilihat dari gejala medis maka penyebabnya ialah anemia (sel darah merah rendah), anoreksia (gangguan autoimun seperti lupus sistemik dan discoid), besi kronis, infeksi, kurap, penyakit tiroid, trikotilomania (perilaku kompulsif atau kebiasaan mencabuti rambut diri-sendiri), (kelainan struktural rambut bawaan seperti monilethrix atau rambut pendek, rapuh, rusak, dan muncul manik-manik.

Jika dilihat dari obat-obatan yang dikonsumsi maka dipengaruhi oleh obat anabolic ster (efek mirip dengan hormone testosterone pada tubuh), obat kemoterapi (anti kanker), antidepresan (obat tekanan darah tinggi), Pil KB, pengencer darah, jantung, vitamin A dosis tinggi.

Bisa juga terjadi pada perubahan hormon seperti pasca melahirkan dan menopause. Gangguan nutrisi dan stress emosional, traumatic, dan sebagainya.

Kalau Begitu Bagaimana Mengenalinya?

Melakukan perawatan rambut dengan sesuai, jangan menyikat, menyisir, atau menarik rambut saat basah. Hindari perawatan rambut yang menggunakan bahan kimia seperti relaxer, straightener, dan permanent. Hindari keramas berlebihan. Kurangi aksesoris rambut seperti klip, jepit rambut,dan karet gelang. Suhu tinggi dari blow-dryer atau heating iron. Hindari pewarna rambut yang berbahaya.

Demikian informasi penyakit mengenai kebotakan, mulai hari ini pembaca mulai lah jeli dengan gejalanya bila Anda mengalaminya. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here