Mengenali Pemicu dan Gejala Stres Pada Anak-anak

SehatFresh.com – Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa masa anak-anak dan remaja adalah masa yang paling menyenangkan bebas beban pikiran. Mereka menganggap bahwa seorang anak atau remaja tidak mungkin mengalami stres, karena mereka belum memikirkan masalah-masalah kehidupan. Seiring dengan bertambahnya usia anak, beban sekolah yang dihadapi juga semakin besar. Menyeimbangkan antara tugas sekolah, pekerjaan rumah, ujian, kegiatan ekstrakurikuler, les, hingga pergaulan dengan teman-teman bukanlah hal yang mudah dilakukan anak. Itulah mengapa, anak-anak juga tidak luput dari stres.

Kejadian yang sifatnya traumatik, seperti ditinggal orang yang dikasihi, dapat menyebabkan seorang anak mengalami gangguan depresi. Tidak hanya hal yang kompleks seperti demikian, hal-hal yang dianggap remeh juga dapat menjadi penyebab stres bagi seorang anak.

Para ahli kesehatan anak menyebutkan ada beberapa pemicu stres pada anak, diantaranya :

  • Lingkungan baru
    Ketika berada di lingkungan baru, setiap orang tentunya akan merasa asing, sehingga belum dapat merasakan kenyamanan secara penuh. Beberapa anak mungkin menganggap suasana ini sangat tidak nyaman sehingga membebani mereka secara psikologis. Contohnya, ketika anak berada di lingkungan sekolah yang baru.
  • Tuntutan akademik
    Harapan orangtua terhadap keberhasilan pendidikan anak dan juga seringnya pihak sekolah memberikan tes untuk anak bisa menyebabkan anak merasa tertekan. Kita juga bisa melihat bahwa saat ini anak TK pun bisa pulang membawa PR. Padahal, dulu kegiatan utama sekolah TK hanyalah menggambar dan bermain.
  • Jadwal yang padat
    Jam belajar yang terlalu banyak dapat menyebabkan kejenuhan yang dapat menurunkan performa belajar anak. Selain jam sekolah yang bertambah, mereka juga disibukkan dengan berbagai les tambahan. Padahal, menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak dengan jiwa yang bebas justru akan menampilkan sisi terbaiknya dalam pengaturan waktu yang tidak ketat. Orangtua hendaknya bersikap lebih peka pada apa yang dirasakan anak. Jika mereka tampak kelelahan dan stres, mungkin aktifitas yang dibebankan padanya terlalu banyak.
  • Kurang tidur
    Berbagai tekanan dan juga daya tarik media sosial seiring dengan kemudahan akses ke gadget bisa membuat anak kekurangan waktu tidur. Kurang tidur secara kontinyu bisa berpengaruh pada memori dan suasana hati.
  • Masalah dengan teman
    Untuk anak yang sudah bersekolah atau memiliki teman bermain, tekanan, bullying, atau penolakan dari teman sebaya bisa membuat penurunan rasa percaya diri anak dan membebani pikiran anak.
  • Masalah keluarga
    Keluarga adalah penyangga utama anak. Masalah dalam keluarga, seperti orangtua yang sakit parah, kehilangan pekerjaan, atau perceraian, bisa membuat anak mengalami stres. Saat orangtua terliha kesulitan menyelesaikan suatu masalah, anak juga bisa merasa lebih tertekan.

Gejala anak dalam keaadan stress bisa bervariasi, beberapa indikatornya adalah :

  • Anak mudah tersinggung atau cenderung moody
  • Menarik diri dari kegiatan yang biasanya mereka sukai
  • Sering mengeluh atau menangis
  • Penurunan nafsu makan
  • Sulit tidur
  • Mual, muntah dan nyeri perut tanpa diikuti oleh adanya penyakit yang jelas.

Stres pada anak umumnya berupa ketakutan-ketakutan harus segera dikenali agar dapat ditangani, sejak dini. Pasalnya, bila dibiarkan dapat berpengaruh pada performa anak di sekolah dan mengganggu perkembangan sosialnya.

Sumber gambar : intisari-online.comĀ 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY