Mengetahui Perbedaan Anak Hiperaktif dengan Anak Eksploratif

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Eksplorasi anak merupakan suatu hal yang berkaitan dengan penyerapan informasi yang dapat berpengaruh saat anak dewasa nanti. Menurut seorang psikolog menyatakan bahwa enam tahun pertama kehidupan anak disebut dengan The Play Years. Dimana kegiatan eksplorasi dapat dilakukan melalui bermain yang mendukung aspek tumbuh kembang anak.

Selain itu eksplorasi pada anak akan membantu perkembangan pada fisik dan sensomotor kognitif dan psikososial. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini akan lebih baik jika dilakukan pada saat usia dini dimana usia anak <1 tahun karena dalam masa tersebut anak akan mengalami perkembangan otak diarea auditori dan visual. Eksplorasi pada anak terdapat 4 tipe diantaranya :

  • Tipe realistis dimana anak akan mudah mempelajari hal-hal secara langsung.
  • Tipe imajinasi dimana anak bereksplorasi melalui imajinasi melalui benda-benda yang ada disekitarnya sebagai alat bantu.
  • Tipe observasi dimana si kecil akan melakukan sesuatu dengan cara observasi atau mengamati.
  • Tipe eksperimen yaitu anak lebih suka melakukan eksplorasinya dengan cara percobaan.

Hiperaktif merupakan suatu kondisi gangguan tingkah laku yang tidak normal terjadi karena adanya disfungsi neurologia dengan menunjukan tanda gejala memusatkan perhatian. Keruskan ini terjadi karena system saraf pusat dan otak mengalami kerusakan kecil yang membuat konsentrasi anak menjadi sangat pendek dan sangat sulit dikendalikan.

Selain itu kondisi ini terjadi karena pengaruh lingkungan, temperamen bawaan, malfungsi otak, dan epilepsi. Anak hiperaktif seringkali disebut anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktif (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity (ADHD).

Berikut ini beberapa perbedaan mengenai anak hiperaktif dengan anak eksploratif, antara lain :

  1. Kefokusan

Anak yang ekspolatif atau aktif akan melakukan banyak gerak dan hal baru, akan tetapi mereka dapat memfokuskan dirinya kepada hal yang sedang dilakukan. Sedangkan anak hiperaktif mereka banyak gerak akan tetapi mereka cenderung hanya dapat fokus pada hal yang sedang dilakukan hanya sebentar saja.

  1. Meninggalkan makanannya

Anak eksploratif akan merasakan bosan saat makan dimeja makan dan mereka akan memilih untuk makan ditempat lain dengan melakukan aktifitas lain, contohnya menonton tv. Sedangkan anak hiperaktif tidak jarang meninggalkan makanannya sebelum menyelesaikan makannya karena dirinya tertarik untuk melakukan hal lain

  1. Mudah menangis

Anak hiperaktif akan lebih mudah menangis karena mereka lebih sensitif. Sedangkan anak eksploratif mereka akan menangis pada saat merasa sedih dan kesal karena mereka masih bisa mengontrol perasaannya.

  1. Kesabaran

Anak eksploratif atau aktif akan lebih sabar dibandingkan dengan anak hiperaktif.

  1. Bosan

Anak eksploratif dan hiperaktif sama-sama akan mudah merasa bosan dengan permainannya. Namun akan eksploratif akan merasa asik kembali dengan mainan barunya sedangkan anak hiperaktif akan tetap merasa bosan dengan mainan barunya karena perhatiannya pendek.

  1. Berbicara

Anak eksploratif akan mudah mengingat kosakata dan berbicara dengan jelas pada pusat pembicaraan sedangkan anak hiperaktif akan berbicara dengan cepat dan volume suara yang tinggi. (KMY)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here