Menguak Angka Kematian Akibat Jantung Koroner di Indonesia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak dipungkiri jika penyakit jantung koroner menjadi penyakit yang cukup berbahaya di dunia, karena sering menyebabkan kematian mendadak. Misalnya saja data pada tahun 2014 di Asia Tenggara atau khususnya di Indonesia, tercatat angka kematian 35% (sekitar 1,8 juta) kasus terbanyak diakibatkan oleh penyakit jantung.

Penelitian WHO terkait penyakit jantung koroner

Penelitian yang tercatat WHO (World Health Organization) menyebutkan jika setiap 6,5 detik di dunia, satu orang meregang nyawa diakibatkan oleh perokok aktif. Penelitian tersebut menitikberatkan pada seseorang yang telah merokok sejak remaja dan menjadi perokok aktif.

Kondisi tersebut kemudian berdampak sangat buruk pada kesehatan jantung. Diprediksi seseorang yang menjadi perokok aktif selama kurang lebih 20 tahun, akan meninggal dunia lebih cepat akibat penyakit jantung jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidak merokok.

Menurut hasil data penelitian di atas memperkirakan jika angka kematian dari  5 juta orang pertahun bisa mengalami peningkatan pada tahun 2030, kurang lebih sebesar 8 juta orang pertahun. Hal itu terjadi apabila seseorang masih belum sadar mengenai bahaya asap rokok yang dapat menyebabkan penyakit jantung.

Wanita lebih rentan terkena serangan jantung daripada pria

Menurut informasi dari Go Red‎ For Woman Fact Sheet 2016 menyebutkan jika 1 dari 3 kematian wanita di dunia, diakibatkan penyakit jantung koroner (PJK). Setidaknya setiap 80 detik terdapat 1 perempuan di dunia yang meninggal akibat serangan jantung.

Serangan jantung yang dialami wanita rupanya mempunyai dampak lebih fatal jika dibandingkan dengan pria. Hanya saja hingga saat ini belum ada studi ilmiah lebih lanjut yang memberikan hasil pasti terkait penyebab kenapa penyakit jantung lebih banyak mengakibatkan kematian pada wanita.

Beberapa pihak coba memberikan prediksi terkait faktor penyebab angka kematian wanita akibat penyakit jantung koroner lebih tinggi dibandingkan pria. Salah satu hal yang mungkin mempengaruhi adalah kesigapan wanita untuk mengunjungi rumah sakit, saat sudah mempunyai keluhan pada kesehatannya.

Wanita memiliki kecenderungan untuk tidak menghiraukan rasa sakit dan lebih senang menunggu. Hal itu tentu saja mempengaruhi angka harapan hidup wanita, karena penyakit yang mengidap dalam tubuh semakin lama semakin membesar.

Alhasil tidak sedikit wanita yang datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah sangat parah,‎ sehingga sulit mendapatkan pertolongan medis. Berdasarkan hal tersebut dianjurkan bagi kaum wanita untuk sesegera mungkin memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan di tubuhnya, terutama pada bagian jantung.

Cara mencegah penyakit jantung koroner

Penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat mengganggu jantung. Kebiasaan buruk yang dimaksud seperti merokok, minum-minuman keras, mengonsumsi obat-obatan terlarang, hingga jarang berolahraga. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY