Menguak Ritual Chhaupadi di Negara Nepal

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sejak terkuaknya kasus seorang wanita di Nepal yang meninggal akibat menjalani ritual kuno beberapa saat yang lalu, banyak jurnalis yang tertarik untuk mencari tahu tentang ritual yang dilakukan di negara Nepal tersebut. Ternyata, ritual tersebut dinamakan dengan ‘Chhaupadi’. Ritual tersebut adalah tradisi umat Hindu yang sudah ada sejak jaman nenek moyang mereka. Lantas, informasi apa saja yang terkait dengan tradisi kuno Chhaupadi ? Berikut adalah informasinya.

  1. Subjek atau sasaran dalam Chhaupadi

Ritual Chhaupadi ditujukan pada seorang wanita yang sudah memasuki masa menstruasi dan bagi ibu yang baru saja melahirkan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ritual ini bukan untuk anak-anak.

  1. Stigma wanita menstruasi dan melahirkan di Nepal

Dalam ritual Chhaupadi di Nepal, seorang wanita yang sedang mengalami masa menstruasi dan wanita yang baru saja melahirkan dianggap membawa sial bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya sehingga harus diasingkan.

  1. Isi Chhaupadi

Wanita yang menstruasi dan baru saja melahirkan yang dianggap membawa sial harus berpisah dengan keluarganya. Mereka harus tinggal di pondok yang jauh dari rumah, atau lebih parahnya lagi di kandang sapi. Tradisi Chhaupadi menganggap kaum wanita yang sedang menstruasi  tidak boleh menyentuh apa pun.

  1. Penderitaan wanita yang diasingkan

Setiap bulannya, wanita yang menstruasi harus diasingkan, jauh dari keluarga, dan menjalani aktivitas sendirian. Saat malam hari harus tidur di tempat yang tidak layak, jika tidur di kandang sapi, mereka harus tahan dengan bau kotoran sapi dan joroknya tempat tersebut. Apabila diasingkan di sebuah pondok, pondok di sana pun tidak layak untuk dihuni manusia.

Pada saat pagi dan siang hari, aktivitas mereka dilakukan di sekitar pondok atau kandang sapi, tidak boleh pergi ke rumah atau tempat sekolah. Mereka juga tidak boleh bertemu dengan siapapun.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, wanita yang diasingkan hanya memakan makanan seadaanya.

  1. Akibat dari Chhaupadi

Sudah disinggung sebelumnya bahwa akibat yang paling buruk dari tradisi ini yakni bisa mengakibatkan kematian. Sebenarnya, tujuan dari Chhaupadi adalah untuk menyucikan wanita yang sedang menstruasi dan melahirkan. Tetapi dalam praktiknya, tradisi ini kurang etis jika diterapkan di era emansipasi wanita seperti sekarang ini.

Chhaupadi membawa dampak buruk bagi kesehatan wanita secara mental dan fisik. Secara mental atau psikis, wanita menjadi mudah cemas dan takut jika menstruasi tiba. Jika hal ini dilakukan berulang kali, bisa saja menimbulkan stres. Hal buruk yng terjadi lainnya dapat menyerang kondisi fisik dari wanita tersebut, karena tempat tinggal yang kurang bersih dan jauh dari sarana yang memadai bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.

Sejauh ini, PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) sudah mengambil langkah untuk mengatasi hal ini. Karena bagaimana pun, ritual ini melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) dan meresahkan kehidupan wanita di negara Nepal. Sebagai hasilnya, sebagian besar wilayah di Nepal telah meninggalkan tradisi kuno ini. Namun, masih ada beberapa kelompok masyarakat Nepal bagian Barat yang masih menerapkan tradisi peninggalan nenek moyangnya ini. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here