Menguap Berlebihan Bisa Menjadi Tanda Penyakit Serius

0
178

SehatFresh.com – Menguap adalah fungsi tubuh alami dan tidak disengaja yang dapat disebabkan oleh kelelahan, kebosanan atau bahkan respon terhadap orang lain yang menguap. Menguap bisa menjadi sinyal dari tubuh mulai dari yang biasa hingga masalah serius. Menguap juga seringkali dianggap sebagai aktivitas yang menular. Melihat seseorang yang sedang menguap juga bisa membuat kita menguap. Saat menguap, sebagian orang berpikir bahwa mereka terserang rasa kantuk yang disebabkan kurangnya istirahat pada malam hari. Umumnya menguap adalah aktivitas yang tidak berbahaya atau hanya sekedar tanda seseorang sedang bosan. Tapi menguap juga bisa pertanda ada suatu kondisi medis yang serius.

Secara umum, menguap disebabkan oleh kenaikan suhu otak. Suhu inti pada otak akan meningkat ketika seseorang merasa lelah atau bosan. Suhu otak ditentukan oleh tiga variabel, yaitu aliran darah arteri, suhu darah, dan produksi suhu dalam metabolisme di otak. Menguap  adalah salah satu tanda jumlah oksigen di dalam otak sedang menurun yang bisa membuat seseorang sulit konsentrasi. Menguap berlebihan dengan frekuensi satu sampai empat kali dalam satu menit bisa menjadi tanda pola makan yang tidak seimbang, alergi atau kondisi medis tertentu.

Beberapa makanan dan minuman yang Anda pikir dapat meningkatkan energi juga dapat menjadi penyebabnya. Misalnya, Anda mungkin minum kopi untuk memberikan dorongan energi, tapi terlalu banyak kopi sebenarnya dapat menyebabkan kelelahan dan menguap. Konsumsi kafein berlebih hanya akan membuat tubuh semakin letih yang pada akhirnya menyebabkan kantuk yang berlebih dan Anda menjadi lebih sering menguap.

Sangat normal jika Anda merasa lelah dan mulai menguap menjelang malam, tetapi beberapa orang terus-menerus merasa lelah dan memiliki keinginan tidur yang tidak terkendali tanpa memperdulikan waktu dan tempat di mana mereka berada. Kondisi ini disebut narkolepsi. Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan rasa kantuk di siang hari yang luar biasa dan serangan tidur tiba-tiba. Kondisi ini mempengaruhi lebih dari 100.000 orang di Amerika. Meskipun tidak selalu serius, hal ini memerlukan perhatian medis.  

Menguap berlebihan juga dapat menjadi tanda dari reaksi vasovagal, yang mungkin menunjukkan masalah jantung. Reaksi ini merupakan refleks sistem saraf secara tidak sadar sistem saraf yang memperlambat jantung dan mengurangi tekanan darah dan mengalihkan aliran darah ke kaki bukan ke kepala. Hal tersebut dapat menyebabkan otak menjadi kekurangan oksigen dan dapat membuat Anda mudah pingsan. Kondisi neurologis lain yang terkait dengan menguap berlebihan antara lain epilepsi, tumor otak dan multiple sclerosis.

Selain kondisi neurologis, menguap juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang bersifat ringan dan mudah diobati. Alergi dan demam sering kali mengakibatkan penyumbatan atau masalah pernapasan yang dapat mengganggu tidur dan membuat Anda lebih sering menguap dari biasanya. Kelelahan juga merupakan salah satu efek samping yang paling umum dari anemia, yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam darah. Kondisi ini dapat tidak terdiagnosis karena banyak orang tidak berpikir kelelahan adalah alasan yang cukup serius untuk memeriksakan diri ke dokter.

Kurangnya jam tidur juga turut berkontribusi terhadap frekuensi menguap yang menjadi terlalu sering, terutama ketika jam kerja. Kurang tidur dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memulihkan diri yang pada akhirnya membuat Anda mengalami kelelahan dan menguap dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Beberapa obat antidepresan seperti paroxetine dan setraline juga  telah dikaitkan dengan frekuensi menguap yang berlebihan.

Sumber gambar : www.hipwee.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY