Mengulas Sejarah Tentang Pornografi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pornografi dalam bahasa Yunani Pornographia dan secara harafiah adalah tulisan atau gambar tentang pelacur. Atau disingkat menjadi kata Porno yang artinya penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksualitas manusia secara terbuka dengan tujuan membangkitkan gairah seksual. Dengan kata lain penggambaran perilaku erotik dalam buku-buku, gambar-gambar, patung-patung, film dan sebagainya yang dapat menimbulkan rangsangan seksual.

Pornografi telah merebak luas di masyarakat diseluruh dunia, bukan hanya pada kalangan dewasa tetapi juga terjadi pada anak-anak. Pornografi saat ini sudah mencapai puncak popularitasnya dan menjadi ancaman untuk generasi muda. Lalu bagaimana sejarah awal perjalanan pornografi?

Pornografi mempunyai sejarah yang cukup panjang berawal dari munculnya bukti-bukti sejarah terutama dalam kebudayaan barat. Bentuk pornografi dalam kebudayaan barat dibuktikan pada masa Yunani dan Romawi kuno melalui patung-patung bertema homoseksualitas dan patung yang menggambarkan hubungan seksual tak wajar. Selain patung-patung yang menjadi bukti sejarah terdapat nyanyian-nyayian cabul atau dengan mencantumkan lirik yang tidak seharusnya pada masa Yunani Kuno dan biasanya nyanyian ini dilantunkan saat perayaan untuk menghormati Dewa Dionysius.

Bukti lainnya ditemukan dalam kebudayaan Romawi Pompeii pada abad pertama masehi, dengan adanya lukisan-lukisan erotik yang menghiasi benteng atau tembok tempat berpesta. Kemudian tulisan yang berasal dari masa klasik yaitu suatu tulisan mengenai seni merayu, seni membangkitkan birahi, dan seni untuk menimbulkan hasrat sensual yang diciptakan oleh seorang penyair Roma bernama Ovid, dalam karyanya yang berjudul Ars amatoria atau Art of Love.

Di Eropa, pada abad pertengahan, pornografi kebanyakan diekspresikan dalam bentuk syair dan lelucon. The Dacamerom merupakan tulisan Giovanni Boccaccio dan karya yang paling dikenal yang berisi 100 cerita bernada cabul. Sedangkan di Jepang, pada abad ke-16 masyarakat membaca bacaan erotis yang dituliskan di lembaran kayu tipis.

Setelah kemunculan mesin cetak pada abad ke-18, di Eropa terdapat banyak karya tulisan maupun syair yang mengandung pornografi. Di Inggris karya tulisan tersebut dipublikasikan dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual. Pada waktu yang sama, di Paris terbit banyak penggambaran erotik yang dinamakan French Postcards.

Penerbitan novel erotis lebih cepat dari yang diperkirakan, di Prancis pada pertengahan 1600an muncul novel dalam bahasa inggris pertama dipublikasikan pada tahun 1748 dengan judul Memoirs of a women of pleasure. Sedangkan perkembangan komik porno muncul di Amerika Serikat pada tahun 1920an yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana.

Di India, terbit buku panduan tentang hubungan seksual Kama-Sutra yang masih tetap tenar hingga saat ini. Buku-buku pornografi tumbuh subur di Inggris pada masa Victoria. Sebuah penyelidikan di London tahun 1834, menemukan bahwa toko-toko yang berada di Holywell Street sebanyak 57 persen menjual barang-barang yang bersifat pornografi. Salah satu karya yang terkenal pada tahun 1890 dengan judul My Secret Life penulis Anonym.

Fotografi ikut berperan dalam dunia pornografi, pada tahun 1839 Louis Daguerre menemukan daguerreotype versi primitif dari fotografi. Pada abad ke-20, pornografi di Amerika Serikat, berkembang menjadi majalah pria dewasa seperti Playboy dan Modern Man yang awal kemunculannya pada tahun 1950an. Majalah tersebut memajang foto-foto wanita setengah telanjang terkadang seolah seperti melakukan masturbasi. Pada akhir 1960an majalah ini termasuk majalah Penthouse yang mulai menampilkan gambar-gambar yang lebih eksplisit dan pada akhir 1990an mulai menampilkan gambar-gambar dengan unsur penetrasi seksual, lesbianisme dan homoseksualitas, seks kelompok, masturbasi dan fetishes.

Pornografi kemudian memanfaatkan teknologi video dan melahirkan dunia perfilman. Pada 1896 para pembuat film di Prancis membuat klip bisu erotis berjudul Le Coucher De La Marie. Setelah tahun 1900, Hard Core muncul dalam versi pornografi yang lebih keras dan biasanya dipertunjukkan dalam pertemuan laki-laki. Di Amerika menurut Robertson mencatat film-film porno tertua yang dibuat antara 1907 dan 1912 disimpan dalam Kinsey Collection yang menunjukkan bagaimana konvensikonvensi porno mula-mula ditetapkan.

Di Indonesia, bahan pornografi masuk ke Nusantara diperkirakan pada abad ke-17, yang dibawa oleh pedagang-pedagang Belanda karena ketidaktahuan pedagang pada masa itu. Pada 1929, diputar di Jakarta film Resia Boroboedoer yang menampilkan untuk pertama kalinya adegan ciuman dan kostum renang.

Perubahan terjadi pada tahun 1970an, saat masyarakat barat mulai membuka ruang untuk film-film yang lebih eksplisit. Hampir bersamaan dengan penemuan fotografi, teknik inipun digunakan untuk membuat foto-foto porno. Tidak sedikit orang berpendapat bahwa pornografi menjadi kekuatan yang mendorong teknologi dari mesin cetak, melalui fotografi hingga video, tv, satelit dan internet. Penemuan kamera digital dan hadirnya internet membuat dunia pornografi merajalela. Semakin mudah dalam menghasilkan film-film porno atau klip ponografi. Selain itu situs web yang paling banyak ditujukan khusus untuk para pembuat film porno non-profesional.

Terdapat perbedaan antara pornografi ringan dan berat. Pornografi ringan biasanya menampilkan bahan-bahan ketelanjangan atau adegan yang bersifat seksual seperti gambar yang menirukan adegan seks. Sedangkan pornografi berat yaitu gambar dan kegiatan seksual seperti alat kelamin dalam keadaan terangsang termasuk penetrasi. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here