Mengupas Mitos Keringnya Vagina Akibat Kurang Asupan Cairan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dunia kesehatan selalu menunjukkan perkembangan yang dinamis, tidak statis. Contoh dari perkembangan yang bersifat dinamis dapat berupa pengetahuan seputar kondisi tubuh wanita. Perkembangan ilmu yang dinamis merupakan suatu bentuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh kaum wanita seputar organ reproduksinya. Mulai dari masalah kesuburan hingga masalah teknis yang mendukung kehidupan seksualitas.  Salah satu masalah yang wanita hadapi adalah keringnya vagina, banyak pula spekulasi yang menjelaskan tentang cara membuat vagina agar tetap lembab dan tidak kering.

Masyarakat pada umumnya akan berfikir bahwa perubahan kondisi tubuh yang dihadapinya berhubungan dengan apa yang dikonsumsinya, sejalan dengan masalah vagina yang kering karena kekurangan cairan di dalam tubuh. Pendapat tersebut mungkin yang dapat membuat pikiran bahwa vagina yang kering disebabkan karena kurang minum.

Manusia pada dasarnya membutuhkan air mineral untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Kebanyakan kasus rawat inap di rumah sakit pun mewajibkan para pasiennya untuk diberikan asupan cairan baik melalui rute mulut maupun rute selang infuse. Tubuh manusia memang sebagian besar berisi cairan, sehingga tubuh memang memerlukan banyak cairan pula. Dalam satu hari apabila ditakar, kebutuhan cairan rata-rata per orangnya adalah 8 gelas. Bagi orang yang berat badannya berlebih, mungkin membutuhkan cairan lebih dari itu. Bagi orang yang kurang mengonsumis cairan dalam kesehariannya, dapat memiliki masalah seperti gangguan sistem pencernaannya, ginjal, syaraf dan metabolisme.

Namun, bukan berarti wanita yang mempunyai masalah berupa keringnya organ vagina juga disebabkan oleh kurangnya asupan cairan. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah menopause. Menopause adalah kondisi dimana terhentinya menstruasi dalam hidupnya dan kondisi ini normal dialami oleh wanita apabila telah menginjak usia paruh baya. Memang rentang waktunya dapat berbeda pada tiap wanita, namun pasti kondisi ini akan dialami oleh wanita.

Menurut pendapat International Menopause Society, menopause dapat menyebabkan perubahan-perubahan tertentu pada wanita. Perubahan tersebut berhubungan dengan menurunnya kadar hormon estrogen. Akibat dari menurunnya kadar hormon estrogen setelah menopause adalah berkurangnya produksi lendir di area vagina. Inilah faktor yang dapat menyebabkan dinding vagina menjadi menipis dan kering. Selain itu, keadaan wanita yang menyusui, melahirkan, dan memakai alat kontrasepsi juga dapat berefek membuat vagina menjadi kering. Vagina yang kering biasanya menyebabkan gangguan kenyamanan saat melakukan hubungan seksual. Salah satu antisipasi ketidaknyamanan tersebut adalah dengan mengonsumsi obat-obatan untuk melepaskan estrogen ke dalam vagina, tentu harus dengan resep dokter. Selain itu juga ada bentuk terapi hormon untuk mengatasi kondisi keringnya vagina.

Jadi, apabila disimpulkan yaitu kurangnya asupan cairan tidak pasti dapat membuat vagina kering. Akan tetapi keringnya vagina disebabkan karena faktor hormonal yaitu kadar estrogen yang menurun setelah masa menopause. Menambah asupan cairan memang baik bagi tubuh, karena kesehatan organ kewanitaan tidak dapat ditentukan dari faktor asupan cairan saja, tetapi dari pola hidup dan faktor gen. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here