Mengupas Tipe Kepribadian Ambivert pada Seseorang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kepribadian merupakan istilah yang berasal dari bahasa internasional kita, Inggris yakni personality. Menurut Cattel (dalam Nuqul, 2006) menyebutkan bahwa kepribadian merupakan suatu prediksi mengenai apa yang dilakukan seseorang terhadap situasi yang dihadapi. Sebenarnya, kepribadian merupakan sifat dan tingkah laku seseorang yang dapat membuatnya bertahan di dalam lingkungannya serta dapat membedakan diri dengan yang lainnya.

Setiap manusia pada hakikatnya mempunyai kepribadian, karena manusia bersifat unik (beragam) maka timbul bermacam-macam jenis kepribadian. Kepribadian sejatinya dapat dibentuk melalui lingkungan dimana seseorang tumbuh besar dan satu lagi hal yang tak kalah penting, yakni faktor keturunan. Faktor keturunan ternyata mempunyai pengaruh yang cukup signifikan pada individu, namun faktor lingkungan jauh lebih mempengaruhi kepribadian seseorang. Karena walaupun seorang anak lahir dari orang tua yang memiliki komposisi biologis, psikologis dan psikologis bawaan yang sama, tetapi apabila anak tersebut tumbuh besar di lingkungan yang jauh dari orang tua, bisa dipastikan kepribadian anak tersebut berbeda dengan orang tuanya.

Kedua faktor tersebut tidak dapat dipisahkan, artinya merupakan kesatuan yang satu sama lain saling mempengaruhi. Secara umum, ada dua jenis atau tipe kepribadian jika ditentukan oleh faktor-faktor pencetusnya yakni tipe introvert dan ekstrovert.

Tipe kepribadian introvert lebih menunjukkan bahwa dirinya seakan menarik diri dan senang menyendiri, serta tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Jika dibandingkn dengan tipe kepribadian ekstrovert memang sangat bertolak belakang. Jadi, tipe ekstrovert biasanya bersikap terbuka kepada orang lain, mudah bergaul dan mudah tertarik dengan hal-hal di sekitarnya. Jika disimpulkan, sebenarnya orang dengan tipe ekstrovert terdengar jauh lebih menyenangkan. Dua tipe kepribadian tersebut sangat bertolak belakang rupanya dan mudah bagi seseorang untuk dapat menilai suatu kepribadian.

Namun, ada sebagian individu di dunia ini yang kepribadiannya sukar untuk ditebak. Apakah kepribadiannya tergolong introvert ataukah ekstrovert, hal tersebut bukanlah suatu hal yang baru karena ternyata ada satu lagi tipe atau jenis kepribadian yakni ambivert.

Orang-orang dengan tipe ambivert cenderung mencakup kedua kepribadian yakni ekstrovert dan introvert. Mereka dapat menjadi pribadi yang menyenangkan (terbuka), tetapi masih bisa menarik diri dari keramaian hanya untuk bersantai dengan dirinya sendiri. Dijelaskan pula bahwa tipe ambivert tergolong sensitif, mudah tersinggung dan sikapnya mudah berubah-ubah atau moody.

Tipe ambivert ini sebenarnya menempatkan individu di antara dua kepribadian, biasanya mereka yang ambivert lebih mudah untuk mendekati seseorang tergantung dengan situasinya. Apabila Anda masih belum paham tentang tipe kepribadian ambivert, beberapa pernyataan berikut ini dapat membantu Anda untuk lebih memahaminya:

  1. Jika berbicara terlalu singkat membuat saya tidak nyaman, tetapi kalau berbicara lama akan membosankan.
  2. Saya suka berada di keramaian, tetapi saya ingin menyendiri.
  3. Saya tidak selalu perlu untuk berpindah-pindah tempat, tetapi apabila saya tetap di tempat ini akan membosankan.
  4. Beberapa orang menganggap saya pendiam, tetapi beberapa yang lain menganggap saya berjiwa sosial yang tinggi.

Contoh lain adalah ketika bekerja, sisi individu yang ekstrovert akan mendorong untuk tetap bertahan dan menyesuaikan diri dengan yang lainnya. Tetapi, sisi introvertnya akan menganggap bahwa hal tersebut akan melelahkan dan membosankan. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here