Menjadi Gemuk Karena Testosteron Rendah

SehatFresh.com – Testosteron merupakan hormon yang dominan pada pria, yang paling berperan dalam seksualitas dan reproduksi pria. Selain itu, hormon ini juga membantu menjaga sejumlah fungsi tubuh dan sistem pada pria termasuk kepadatan tulang, massa dan kekuatan otot, produksi sel darah merah, fungsi seksual dan distribusi lemak. Menurut Mayo Clinic, pria yang memiliki tingkat testosteron rendah, baik karena masalah usia atau endokrin, mereka cenderung mengalami kenaikan berat dan sulit menurunkan berat badan yang ada. Pria yang mengalami masalah ini mungkin harus melakukan pemeriksaan untuk kadar testosteron mereka.

Kadar hormon memang berdampak signifikan terhadap peningkatan dan penurunan berat badan. Sejulah penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang kelebihan berat badan lebih mungkin untuk memiliki tingkat testosteron rendah. Pria dengan kadar testosteron rendah juga lebih cenderung menjadi gemuk dan sulit menurunkan berat badan. Pertambahan usia, perubahan kebiasaan makan dan tingkat aktivitas dapat memengaruhi jumlah testosteron dalam aliran darah. Ini dapat menyulitkan seorang pria dalam hal penurunan berat badan.

Menurut Archives of Andrology, sebuah penelitian telah melibatkan peserta pria obesitas yang berusia 20 sampai 60. Hasilnya, ditemukan mereka memiliki tingkat insulin secara signifikan lebih tinggi dan kadar testosteron di bawah normal dan mereka cenderung kelebihan berat badan. Ini menunjukkan bahwa lemak berefek lebih besar pada tingkat testosteron daripada penurunan testosteron karena usia.

Lemak tubuh yang berlebihan merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kadar testosterone dalam tubuh. Dalam sebuah studi yang dilakukan di University at Buffalo, para ahli menemukan bahwa 40 persen pria obesitas memiliki kadar testosteron rendah. Kondisi ini bisa menjadi berbalik jika Anda bisa menurunkan berat badan dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Pada orang yang kelebihan berat badan, solusi untuk meningkatkan kadar testosteron mereka adalah dengan menurunkan berat badan pada tingkat yang ideal.

Selain dengan cara alami seperti perubahan pola makan dan olahraga, terapi testoteron dapat digunakan untuk mengobati masalah testosteron rendah pada pria. Menurut Mayo Clinic, disayangkan terapi testosteron dapat menyebabkan efek samping seperti masalah pernapasan saat tidur, pembesaran prostat dan pembesaran payudara. Terapi ini juga dapat mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan penyusutan testis. Oleh karenanya, terapi testosteron harus digunakan secara hati-hati serta harus berada di bawah pengawasan dokter.

Sumber gambar : vevnews.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY