Menjadi Orang Tua Jangan Acuhkan Anak yang Sering Bertanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat menginjak usia dua hingga tiga tahun, anak sudah mulai pintar berkata-kata. Mereka juga sudah mulai banyak bertanya tentang semua hal yang dilihat. Memang benar, di usia emas tersebut anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan hal tersebut akan berlanjut hingga anak memasuki usia sekolah. Bukan tidak mungkin menghadapi hal tersebut sering membuat orang tua merasa kewalahan.

Banyak bertanya menunjukkan bahwa anak tersebut  kritis dan kreatif. Justru jika anak hanya diam dan terlalu pasif, orang tua harus memancing anak agar mengajukan pertanyaan- pertanyaan dan lebih aktif terhadap apa yang dilihat dan dialami.

Saat anak menginjak usia emas merupakan momen yang terbaik untuk mengembangkan pengetahuan anak. Hal ini karena kondisi otak anak yang sedang terbuka. Dengan banyaknya pengetahuan dan hal baru yang diserap akan sangat berguna untuk menjadi bekal bagi hidupnya di kemudian hari.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jangan mengacuhkan anak yang banyak bertanya. Anda selayaknya memberikan respon positif terhadap pertanyaannya. Apabila Anda terlalu sibuk hingga mengacuhkan dan tidak memberikan jawaban pada pertanyaan anak, maka anak bisa menganggap hal tersebut sebagai suatu bentuk penolakan. Jika memang Anda sedang benar- benar sibuk dengan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, maka berikan pengertian kepada anak untuk menunggu hingga pekerjaan tersebut selesai. Setelah Anda selesai menyelesaikan pekerjaan, segeralah hampiri anak dan mengatakan padanya bahwa Anda sudah siap menjawab pertanyaan- pertanyaannya.

Suatu ketika Anda mungkin tidak bisa menjawab karena tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan si anak. Anda tidak perlu malu dan merasa tabu jika menjawab tidak tahu. Dengan berkata jujur demikian, Anda bisa mencari solusi dengan mencari tahu bersama melalui internet, buku atau orang lain yang lebih tahu.

Beberapa dari Anda pernah merasa bingung untuk menjelaskan jawaban atas pertanyaan anak. Mungkin Anda tahu dan bisa menjawabnya namun anak kurang memahami jawaban tersebut. Jika terjadi demikian, Anda dapat memanfaatkan alat bantu atau alat peraga semisal gambar karena anak akan lebih mudah memahami penjelasan melalui gambar.

Anda juga bisa mengajak anak ke tempat- tempat yang memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru seperti kebun binatang, taman belajar, dan lain sebagainya.

Selain itu, Anda bisa mengajaknya dan memotivasi anak untuk berpikir kritis. Di usia emas ini merupakan kesempatan yang baik bagi Anda saat anak banyak mengajukan pertanyaan dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ketika anak bertanya tentang sesuatu, cobalah untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan melontarkan pertanyaan yang berhubungan dengan jawaban tersebut. Maka perlahan Anda akan membawa anak untuk lebih berpikir lebih kritis. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here