Menjaga Air Ketuban

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tugas mulia seorang wanita adalah mengandung. Di saat mengandung, para ibu wajib menjaga kesehatan kehamilannya, termasuk menjaga air ketuban agar tidak pecah sebelum waktunya. Air ketuban atau amniotic fluid merupakan cairan yang berada di dalam rahim wanita yang berfungsi sebagai tempat bergerak janin, serta mendukung tumbuh kembang janin. Normalnya, air ketuban akan pecah ketika usia kandungan menginjak minggu ke 37. Tetapi, jika air ketuban pecah sebelum waktu tersebut, besar kemungkinan bayi akan terlahir prematur.

Ketuban pecah dini (KPD) adalah sebuah kondisi pada masa kehamilan dimana air ketuban pecah sebelum terjadinya persalinan atau pembukaan rahim. KPD memperkecil peluang bagi ibu hamil untuk melakukan persalinan secara normal. Umumnya, ibu hamil yang mengalami KPD harus melahirkan melalui prosedur caesar. Selain itu, KPD terkadang dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Salah satunya, ketika cairan ketuban berkurang, tali pusat bisa terjepit di antara bayi dan dinding rahim. Hal ini dapat mengakibatkan bayi mengalami cedera otak atau bahkan kematian.

Untuk itu, ibu hamil harus menjaga kesehatan ketubannya. Belum diketahui cara pasti untuk mencegah ketuban pecah dini. Sejauh ini, risikonya dapat diturunkan dengan cara:

  • Kontrol kehamilan secara rutin. Para ibu hamil jangan sampai melewatkan jadwal pemeriksaan kehamilan yang disarankan oleh dokter atau bidan. Hal ini penting agar kondisi janin dapat terpantau sehingga bila ditemukan adanya masalah dapat ditangani dengan cepat.
  • Mengonsumsi makanan sehat. Salah satu faktor yang memicu ketuban pecah dini adalah serangan infeksi pada kehamilan. Oleh karenanya, hindari junk food dan tingkatkan konsumsi makanan sehat, terutama buah dan sayur. Makanan sehat membantu membangun daya tahan tubuh yang kuat sehingga tubuh ibu hamil tidak mudah jatuh sakit.
  • Istirahat yang cukup. Kelelahan juga berkaitan dengan peningkatan risiko ketuban pecah dini. Oleh karenanya, ibu hamil harus mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya, serta menghindari pekerjaan berat.
  • Konsumsi vitamin C. Sejumlah penelitian melaporkan bahwa mengonsumsi vitamin C selama kehamilan sangat penting untuk pemeliharaan membrane korioamniotik. Kekurangan vitamin C selama kehamilan dianggap sebagai faktor risiko ketuban pecah dini. Suplementasi vitamin C harian 100 mg setelah usia kehamilan 20 minggu terbukti efektif mengurangi risiko ketuban pecah sebelum waktunya.
  • Menghindari asap rokok. Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan risiko ketuban pecah dini. Oleh karenanya, ibu hamil dilarang merokok, serta perlu menghindari lingkungan perokok agar tidak menjadi perokok pasif.
  • Menjaga kebersihan organ intim. Bersihkan daerah kemaluan dengan benar, yakni dari depan ke belakang, terutama setelah buang air kecil dan buang air besar. Hal ini penting guna mencegah perpindahan bakteri dari anus menyebar ke vagina. Selain itu, segera ganti pakaian dalam atau celana jika basah atau berkeringat.
  • Berhenti berhubungan intim. Bila saat pemeriksaan kehamilan ditemukan mulut rahim lemah, ibu hamil mungkin perlu berhenti berhubungan intim guna mencegah pembukaan rahim sebelum waktunya.

Bila air ketuban pecah sebelum waktunya, ibu hamil harus segera meminta bantuan dan sebisa mungkin tetap tenang. Kapan air ketuban Anda pecah, bagaimana warna dan bau air ketuban di saat pecah adalah beberapa hal yang perlu diketahui oleh dokter atau bidan yang akan memberikan penanganan. Penting untuk diingat bahwa ibu hamil tidak boleh memasukkan sesuatu ke daerah kewanitaan ketika air ketuban pecah, karena air ketuban yang sudah pecah sudah tidak mampu menahan kuman.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY