Menjaga Diri dari Anoreksia Seksual

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seks adalah kebutuhan dan rasanya setiap orang pun tak bisa menghindarinya. Namun, ada beberapa orang yang tidak senang atau bahkan cenderung menghindari kontak seksual. Pada dasarnya, setiap orang sesekali akan mengalami masa di mana libido menjadi rendah dan ini masih dikatakan wajar. Tapi, bila kurangnya minat terhadap seks berlangsung lama dan bahkan disertai rasa takut atau cemas terhadap seks, kemungkinan hal itu menandakan anoreksia seksual.

Anoreksia seksual bisa dialami wanita maupun pria. Penderita kelainan seksual ini cenderung apatis secara seksual dengan menghinari seks dan bahkan merasa takut atau marah ketika pasangannya mulai melakukan kontak seksual. Anoreksia seksual juga dikaitkan dengan frigiditas atau sikap dingin di “ranjang”. Penyebabnya beragam mulai dari pornografi, faktor fisik seperti hormon tidak seimbang hingga masalah psikologis seperti trauma seksual di masa lalu.

Anoreksia seksual harus segera diberi penanganan melalui konseling dengan ahli terapi seks. Kurangnya minat seks yang berkelanjutan dapat memicu pasangan berselingkuh atau bahkan perceraian. Pada dasarnya, anoreksia seksual juga dapat cegah. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Menghindari pornografi. Kebiasaan menonton konten porno telah dikaitkan dengan anoreksia seksual. Menurut sejumlah penelitan, mereka yang terpapar konten porno sedari muda dan hingga dewasa pun masih ketergantungan cenderung kurang berminat dalam situasi seksual yang sebenarnya. Pasalnya, mereka cenderung merasa seks di situasi nyata kurang “berani” dari adegan seks yang dilihatnya di video porno.
  • Menjaga keseimbangan hormon. Gairah seks dipengaruhi oleh keseimbangan hormon. Oleh karenanya, terapkan pola hidup sehat agar sistem-sistem dalam tubuh bekerja sebagaimana mestinya. Kurangi juga stres karena ini adalah pemicu umum yang mengacaukan keseimbangan hormon dalam tubuh.
  • Bangun komunikasi yang baik. Kurangnya komunikasi dalam hubungan dapat memicu salah paham. Pada akhirnya, Anda pun akan dipenuhi banyak pikiran negatif mengenai pasangan dan sulit mengendalikan stres. Jalinlah komunikasi yang baik dengan pasangan. Meski usia pernikahan sudah cukup lama, utarakanlah apa yang membuat Anda merasa nyaman dan apa yang tidak sehingga pasangan pun akan bersikap lebih terbuka. Bila ada masalah, maka solusinya dapat dicari bersama.
  • Mencari bantuan profesional. Jika memiliki pengalaman seks yang buruk di masa lalu, jangan biarkan diri larut dalam ketakutan. Bicarakan dengan pasangan dan carilah bantuan psikolog atau ahli terapi seks. Para profesional dapat membantu bagaimana mengendalikan diri secara emosional dalam mengatasi rasa takut dan trauma Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY