Menjaga Kualitas Nutrisi Makanan

Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan yang dibekukan masih lebih baik daripada makanan kalengan.

Agar bahan makanan jadi lebih enak disantap, makanan perlu diolah dengan cara dimasak. Cara memasak yang salah mengurangi nilai gizi bahan pangan sehingga tidak sehat lagi. Memasak makanan dengan suhu tinggi misalnya, akan merusak vitamin, folat dan potassium yang ada pada sayuran hingga 20 persen. Di sisi lain, ada beberapa jenis vitamin yang larut dengan air, jika kita memasak menggunakan air, dan beberapa vitamin larut dengan minyak, jika kita memasak menggunakan minyak. Tentu saja itu bisa sangat mengurangi nilai gizi gizi makanan. Lalu, bagaimana cara memasak yang sehat dan tidak merusak kandungan gizi makanan?

  • Mengukus
    Mengukus makanan akan membuat rasa dan kandungan gizi di dalamnya tetap terjaga. Bisa dikatakan segala jenis makanan dari sayuran sampai ikan bisa dimasak dengan cara dikukus. Saat mengukus sayuran, sebaiknya sayuran masih tampak hijau dan masih renyah saat digigit.
  • Merebus
    Sayuran seperti brokoli, wortel, dan zucchini (sayuran mirip mentimun hijau) dianjurkan untuk dimasak dengan cara direbus, agar vitamin yang terkandung di dalamnya lebih terjaga. Jangan merebus terlalu lama, suhu jangan terlalu tinggi dan jangan menggunakan terlalu banyak air.
  • Membakar
    Membakar merupakan metode memasak yang baik asalkan tidak berlebihan. Masakan yang gosong akibat dibakar terlau lama berisiko menyebabkan kanker.
  • Memanggang
    Metode memasak dengan cara dipanggang relatif bisa menjaga kandungan nutrisi bahan makanan. Ideal untuk memasak bahan makanan dalam jumlah banyak. Namun, pemanggangan terlalu lama tidak baik bagi kesehatan karena menyebabkan munculnya amina-amina heterosiklis.
  • Menumis
    Memasak dengan cara menumis hanya membutuhkan sedikit minyak. Sebagian besar bahan makanan bisa dimasak dengan cara ditumis. Memasak menumis lebih disarankan dibandingkan menggoreng karena menggunakan sedikit minyak..
  • Menggunakan microwave
    Memasak dengan microwave termasuk salah satu cara memasak yang paling praktis. Penelitian menunjukan bahwa memasak sayuran paling tepat adalah dengan microwave. Hal ini karena karena waktu memasaknya singkat sehingga kerusakan nutrisi lebih sedikit..
    Selain itu, hindari memotong sayuran terlalu lama sebelum dimasak. Jarak pemotongan dan pemasakan yang terlalu lama juga bisa merusak nilai gizi makanan. Panas, cahaya, dan oksigen bisa merusak kandungan vitamin pada buah dan sayuran..

Bagaimana dengan makanan mentah?
Penganut pola makan raw food mengklaim bahwa makan makanan mentah merupakan cara yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam sayuran tidak hilang. Makanan mentah yang bebas dari bahan kimia, akan lebih mendorong kesehatan yang lebih baik. Namun, orang yang mengonsumsi makanan mentah cenderung menjadi vegan, hal ini menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi dari produk hewani. Selain itu, beberapa kalangan menyebutkan bahwa mengkonsumsi makanan mentah bisa mengakibatkan tubuh kekurangan beberapa zat penting, seperti antioksidan pada wortel dan bayam, atau likopen pada tomat. Menjadi vegan dengan mengonsumsi makanan mentah tergantung pilihan masing-masing individu. Namun, nutrisi tertentu yang dibutuhkan tubuh juga tidak boleh diabaikan agar tetap sehat.

*pic www.jendelacito.info

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY