Merokok Tembakau Cap Gorila, Apakah Melanggar Hukum?

0
3
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Akhir-akhir ini masyarakat sedang digemparkan dengan kemunculan tembakau gorila yang beredar. Bagi siapa pun yang belum mengetahui pasti akan bertanya-tanya, apa sebenarnya itu tembakau cap gorila itu?

Tembakau dan rokok

Tembakau merupakan salah satu produk pertanian yang diproduksi dari daun tanaman, khususnya genus nicotiana. Tembakau bisa dimanfaatkan sebagai pestisida atau bahan pembuatan obat. Di satu sisi tembakau juga dapat dijadikan produk yang bernilai ekonomis tinggi, yakni diolah menjadi rokok. Mendengar kata rokok, pasti semua orang sudah tidak asing lagi.

Tembakau yang diproduksi menjadi rokok, industrinya sudah berkembang di berbagai negara. Pertumbuhannya semakin pesat, khususnya sejak awal abad ke-20. Meski terdapat berbagai efek samping, nyatanya rokok masih cukup digemari oleh berbagai kalangan.

Peraturan tentang peredaran rokok di Indonesia

Pemerintah Indonesia telah berupaya mengendalikan produksi tembakau guna melindungi kesehatan masyarakat. Dasar hukumnya bisa dilihat pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 (UU 36/2009), tentang Kesehatan. Selain itu dasar hukum yang bisa menjadi acuan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 (PP 109/2012), tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

Campur tangan pemerintah melalui pembuatan dasar hukum tersebut antara lain mewajibkan setiap pihak yang memproduksi atau memasukan rokok untuk mencantumkan peringatan kesehatan di produk kemasannya. Selain itu produk hukum tersebut juga menginstruksikan setiap Pemerintah Daerah agar membuat kawasan tanpa rokok.

Apakah merokok tembakau Cap Gorila melanggar hukum?

Pertanyaannya bagaimana dengan keberadaan tembakau Cap Gorila, apakah melanggar hukum yang telah ditetapkan pemerintah? Dari uraian sebelumnya dijelaskan bahwa produk rokok mempunyai dampak negatif yang berbahaya bagi kesehatan. Dengan demikian perlu adanya pengendalian dari pemerintah, khususnya bagi produk rokok yang produksinya tidak sesuai dengan peraturan yang berlalu.

Dirangkum dari berbagai sumber, tembakau Cap Gorila disebut-sebut dapat membuat penikmatnya mendapatkan efek seperti ditimpa gorila. Itu artinya bagi siapa pun yang menikmati tembakau Cap Gorila, dalam beberapa saat tidak dapat menggerakan tubuh karena hanyut dalam kenikmatannya. Menurut keterangan dari BNN (Badan Narkotika Nasional) tembakau Cap Gorila ini diduga telah dicampurkan dengan zat kimia, sehingga memberikan efek yang lebih kuat dari rokok biasa.

Namun demikian pihak kepolisian belum bisa menindak secara hukum, dengan alasan belum terdapat aturan terkait peredaran tembakau tersebut. Selain itu pihak kepolisian mengatakan jika zat kimia yang terdapat dalam tembakau gorila, juga tidak tercantum pada daftar zat berbahaya yang ditetapkan oleh BNN.

Meski belum ada payung hukum untuk menindaknya, pihak kepolisian membenarkan jika menggunakan tembakau gorila dapat memberikan efek yang hampir mirip seperti mengonsumsi obat-obatan terlarang. Alhasil bagi pembaca yang ingin mencoba-coba tembakau gorila, perlu mempertimbangkan secara lebih matang terkait dampak negatif yang mungkin saja muncul. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY