Metode Kontrasepsi Pria

SehatFresh.com – Umumnya, banyak orang yang beranggapan bahwa kontrasepsi hanya diperuntukan bagi wanita. Seiring perkembangan zaman, kini pria pun dapat berperan aktif dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Memang, metode kontrasepsi pada pria lebih sedikit dan tidak begitu populer dibandingkan kontrasepsi wanita. Dengan menggunakan alat kontrasepsi, kemungkinan kehamilan tidak terencana bisa ditekan.

Untuk mencegah kehamilan, banyak pria yang lebih menyukai metode pull out di mana penis ditarik keluar dari vagina sebelum berejakulasi. Metode penarikan ini tidak memerlukan resep atau peralatan, tetapi Anda juga harus bisa menentukan kapan Anda dekat dengan klimaks. Karena tidak menggunakan alat apapun, tingkat keefektifan metode ini dalam mencegah kehamilan sangatlah kecil, dan tidak menjamin Anda terhindar dari penyakit menular seksual. Seiring berkembangnya teknologi, penelitian telah menemukan berbagai metode kontrasepsi yang efektif dirancang untuk digunakan oleh kaum pria. Apa saja metodenya?

Kondom
Sejauh ini, kondom adalah kontrasepsi untuk pria yang paling populer dibandingkan alat kontrasepsi pria lainnya. Kondom mencegah kehamilan dengan membentuk penghalang antara air mani pria dan vagina wanita dan rahim. Sayangnya, banyak pria malas pakai kondom karena merasa alat kontrasepsi ini menurunkan kepuasan bercinta. Menurut mayoclinic.com, kondom memiliki tingkat kegagalan 1 dari 50.

Pil
Jika pil KB umumnya dikonsumsi oleh wanita, kini peneliti juga tengah mengembangkan pil kontrasepsi untuk pria. Cara kerjanya adalah dengan cara menghambat kecepatan sperma ketika mengejar sel telur, agar peluang kehamilan semakin kecil. Sayangnya, harga pil kontrasepsi cukup mahal dan cukup sulit ditemukan. Kelemahan lainnya adalah Anda harus mengonsumsinya tepat waktu. Jika tidak, maka performa sperma menjadi sulit dikontrol dan pada akhirnya kemungkinan hamil tetap besar.

Vasektomi
Vasektomi adalah operasi untuk memotong vas deferens, yaitu saluran yang membawa sperma ke penis selama hubungan seksual. Setelah operasi, jumlah sperma akan menurun secara bertahap sampai orang itu dianggap tidak subur. Vasektomi dianggap sebagai kontrasepsi permanen. Bagusnya, vasektomi tidak memengaruhi kinerja seksual pria. Penelitian juga telah menetapkan bahwa vasektomi tidak meningkatkan risiko seorang pria untuk kanker prostat. Kontrasepsi untuk pria ini cocok untuk orang yang tidak ingin punya anak lagi. Meskipun ada kemungkinan mengembalikan kesuburan seperti semula, prosedur yang haris dilalui cukup rumit dan jarang berhasil. Jika dilakukan dengan benar, kemungkinan seorang pria dapat menghamili seorang wanita setelah vasektomi adalah kurang dari 0,1 persen.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY