Mewaspadai Penyakit Dari Pencemaran Air

SehatFresh.com – Kebiasaan buruk masyarakat seperti mandi dan mencuci di air sungai yang tidak jernih bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit. Selain itu, penggunaan air sumur dengan resapan tidak sempurna juga dapat memicu penyakit. Pada air yang keruh, maka akan tumbuhlah bakteri. Bakteri tersebut berpotensi menyerang sistem tubuh dan pada gilirannya menimbulkan penyakit.

Banyak infeksi serius yang dapat terjadi akibat penggunaan air yang terkontaminasi. Kolera, tularemia, demam tifoid dan shigellosis hanyalah beberapa contohnya. Penyakit-penyakit tersebut terutama menginfeksi saluran pencernaan, dan keparahan gejalanya bervariasi . Air yang menyebabkan infeksi biasanya telah terkontaminasi oleh cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Penyakit air lebih sering terjadi pada negara-negara berkembang di mana sanitasinya cenderung buruk.

  • Penyakit disentri

Penyakit disentri merupakan peradangan pada usus besar. Gejalanya ditandai dengan sakit perut dan buang air besar encer secara terus-menerus (diare) yang bercampur lendir, nanah, dan darah. Berdasarkan penyebabnya, disentri dibedakan menjadi dua, yaitu disentri amuba dan disentri basiler. Disentri amuba disebabkan oleh infeksi parasit Entamoeba histolytica dan disentri basiler disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella.

Shigellosis adalah jenis penyakit disentri yang paling parah, yang merupakan infeksi radang perut. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Shigella dysentarie, patogen yang sangat berbahaya karena menghasilkan racun kuat, yang dikenal sebagai toksin Shiga, yang merusak usus. Pasien biasanya mengalami demam, sakit perut dan darah dalam tinja mereka. Menurut American Public Health Association, shigellosis bertanggung jawab untuk 600.000 kematian per tahun di seluruh dunia.

  • Demam tifoid

Kasus demam tifoid banyak ditemukan di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Seseorang menjadi terinfeksi ketika bersentuhan dengan makanan atau air yang terkontaminasi oleh kotoran atau urin orang yang terinfeksi. Demam tifoid dapat dicegah dengan sanitasi yang baik terkait pasokan air dan makanan yang layak, dan vaksin untuk pencegahan pun telah dikembangkan. Demam tifoid umumnya dapat diobati dengan berbagai antibiotik.

  • Kolera

Kolera adalah infeksi usus parah yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Gejalanya ditandai dengan diare berat dan muntah, yang dengan cepat dapat menyebabkan dehidrasi. Jika sumber air telah terinfeksi bakteri ini, wabah akan semakin meluas. Wabah kolera telah dilaporkan di seluruh dunia, tapi sekarang penyakit ini umumnya banyak ditemui di Afrika, Asia dan Timur Tengah.

  • Tularemia

Francisella tularensis adalah penyebab tularemia. Tularemia adalah penyakit menular yang berbahaya yang menyebabkan borok kulit, nyeri dan pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil dan kelelahan. Tularemia dapat menginfeksi manusia melalui gigitan arthropoda serta melalui konsumsi air yang terkontaminasi. Tularemia dapat diobati dengan antibiotik tetapi dapat berakibat fatal jika tidak diobati.

  • Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang bernama leptospira, yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Di sejumlah tempat, pada sungai-sungai dan sumber air seringkali dijadikan tempat untuk memandikan hewan ternak seperti sapi atau kerbau. Jika air tersebut dikonsumsi, hal ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan. Gejala ringannya adalah flu biasa, sedangkan gejala yang lebih parahnya meliputi pusing, pucat, dan perubahan warna urin.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit akibat air tercemar adalah dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih. Sangat penting untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa bakteri serta biasakan juga untuk selalu mencuci tangan sebelum makan.

Sumber gambar : mustaqim.16mb.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY