Migrain Akibat Kekurangan Vitamin

SehatFresh.com – Migrain adalah sakit kepala parah yang disertai dengan perubahan visual, kepekaan terhadap cahaya dan suara, nyeri berdenyut, mual bahkan muntah. Wanita lebih sering mengalami migrain dibandingkan pria. Trend saat ini menunjukkan prevalensi migrain pada wanita adalah dua kali lipat daripada pria, di mana pada wanita 18 persen sedangkan pria hanya delapan persen. Migrain bisa timbul akibat kekurangan nutrisi. Dalam hal ini yang paling berperan adalah vitamin dan mineral.

  • Asam folat dan vitamin B-12
    Kekurangan asam folat dan vitamin B-12 telah dikaitkan dengan sakit kepala dan migrain. Kekurangan asam folat dan vitamin B-12 menyebabkan anemia pernisiosa. Jika kondisi sudah parah, hal tersebut dapat menimbulkan migrain, kelelahan, kehilangan memori dan mudah tersinggung. Spesialis sakit kepala, Paula Maas, MD, mengemukakan bahwa kekurangan asam folat dapat mengakibatkan kekurangan vitamin B-12. Asupan asam folat yang direkomendasikan adalah 600 mikrogram, sedangkan vitamin B-12 adalah 2,4 mikrogram setiap harinya.
  • Pyroxidine
    Pyroxidine (vitamin B-6) berperan dalam sintesis neurotransmiter norepinefrin dan serotonin. Kadar pyridoxine bisa berkurang akibat penggunaan pil KB. Kadar pyroxidine rendah berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan magnesium secara efisien. Pasalnya, pyroxidine berperan dalam penggunaan magnesium dalam tubuh. Penderita migrain mungkin memiliki kadar magnesium yang rendah dalam tubuhnya. Maka dari itu, dianjurkan untuk memenuhi asupan vitamin B-6 sebesar 1,7 mikrogram setiap harinya.
  • Vitamin D
    Vitamin D merupakan vitamin yang memiliki sifat seperti hormon. Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan kanker, terutama kanker payudara dan usus besar, namun perannya dalam prevalensi migrain dapat dikaitkan dengan peningkatan respon pro-inflamasi dalam tubuh dan penyerapan magnesium. Ketika kebutuhan vitamin D tercukupi, maka akan memberikan efek anti-inflamasi pada sistem kekebalan tubuh dengan mengecilkan faktor imunitas yang berperan dalam rasa sakit.
    Asupan harian vitamin D yang dianjurkan secara umum sebesar 400 IU. Untuk melengkapi kebutuhan Vitamin D harian, Anda hanya perlu menghangatkan diri di bawah sinar matahari pagi selama 15 menit, tiga kali dalam seminggu. Bila Anda sulit meluangkan waktu di bawah sinar matahari, Anda dapat melengkapi kecukupan vitamin D harian dari makanan, terutama ikan salmon, telur, dan susu.
  • Zat besi dan tembaga
    Anemia defisiensi zat besi sering terjadi pada wanita usia subur akibat hilangnya banyak darah saat menstruasi. Gejala anemia defisiensi zat besi meliputi sakit kepala, mudah marah, kelemaha dan kelelahan. Anemia berat dapat menyebabkan peningkatan frekuensi dan keparahan sakit kepala yang mengarah ke migrain. Anemia juga bisa terjadi akibat penyerapan zat besi yang kurang optimal. Dalam hal ini, tembaga berperan dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.
    Ketika ada dugaan anemia, hal tersebut bisa saja terjadi akibat kekurangan tembaga bukan zat besi. Maka dari itu, para ahli merekomendasikan asupan zat besi sebanyak 18 mg per hari untuk wanita usia subur dan 8 mg per hari untuk pria dan wanita pasca-menopause. Sementara itu, asupan tembaga yang direkomendasikan adalah 2 mg per hari untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Bila kita tidak ingin mengalami gangguan migrain, maka mulailah untuk membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi setiap hari agar kebutuhan nutrisi tubuh tercukupi. Nutrisi dari makanan yang kita konsumsi merupakan penunjang sistem daya tahan tubuh yang kuat. Bila imunitas tubuh baik, Anda akan terhindar dari serangan berbagai penyakit, termasuk migrain.

Sumber gambar : rsiaarvitabunda.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY