Mimpi Basah saat Berpuasa, Bagaimana Hukumnya?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah ada di antara pembaca yang pernah mengalami mimpi basah di siang hari ketika sedang melaksanakan ibadah puasa? Jika pernah, maka kejadian itu tidak membatalkan puasa yang sedang dijalani. Lantas bagaimana penjelasan mengenai hal tersebut?

Nafsu syahwat yang dapat membatalkan puasa

Seperti yang diketahui jika salah satu penyebab pembatal puasa adalah persetubuhan (berjima) dengan sadar, meskipun tidak sampai keluar air mani (sperma). Persetubuhan yang dimaksud adalah berhubungan intim dengan bertemunya dua alat kelamin atau penetrasi penis ke vagina. Alhasil  siapa pun yang melakukan hal tersebut ketika sedang berpuasa, maka batallah puasanya.

Selain itu pembatal puasa yang lain terkait nafsu syahwat adalah dengan sengaja mengeluarkan air mani karena berpelukan, bercumbu, melihat film atau gambar porno, beronani atau aktivitas lainnya. Alhasil apabila seseorang menumpahkan air maninya secara sengaja ketika sedang berpuasa, maka puasanya batal.

Bagaimana dengan mimpi basah, apa hukumnya?

Mimpi basah (emisi nokturnal) merupakan situasi yang umumnya dialami pria, berupa keluarnya sperma (air mani) ketika tidur. Kejadian tersebut bisa dikategorikan hadas besar, sehingga harus disucikan dengan melakukan mandi wajib.

Mimpi basah umumnya akan dialami seorang pria ketika memasuki masa dewasa atau pubertas. Ketika itu testis akan menghasilkan sperma, secara terus-menerus. Sperma yang terbentuk sebagian akan diserap tubuh, namun sebagian yang lainnya harus dikeluarkan.

Mimpi basah dalam kajian medis terjadi karena kantong sperma penuh, sehingga tidak dapat menampung lagi. Akhirnya sperma harus dikeluarkan secara alamiah, dengan mekanisme mimpi basah tersebut.  Lantas apabila terjadi di siang hari di bulan Ramadhan, apakah membatalkan puasa?

Rupanya mimpi basah apabila terjadi ketika berpuasa, tidak membatalkan puasa yang sedang dijalani. Pasalnya hal tersebut terjadi bukanlah karena kemauan orang yang berpuasa, namun karena faktor alamiah. Dengan demikian tidak ada dorongan nafsu syahwat atau niatan seseorang untuk mengeluarkan sperma.

Bukhari-Muslim meriwayatkan sebuah hadist. Dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa” (HR. Bukhari-Muslim).

Meski tidak membatalkan puasa, namun harus mandi wajib

Bagi seseorang yang mengalami mimpi basah ketika sedang menjalani puasa, maka tetap harus melaksanakan mandi wajib. Tujuannya guna mensucikan diri. Misalnya mimpi basah jika terjadi menjelang waktu Dzuhur, maka harus melakukan mandi wajib untuk mempersiapkan diri melaksanakan sholat Dzuhur.

Dianjurkan bagi seseorang untuk segera mandi wajib ketika mengalami mimpi basah, agar badan kembali bersih dan bisa melakukan berbagai aktivitas ibadah. Jangan lupa mandi wajib yang dilakukan harus sesuai dengan ajaran Islam, sehingga pembersihan diri bisa maksimal dan pahala ibadah bisa sempurna. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY