Miss V Kering Saat Berhubungan Intim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketika melakukan hubungan intim dengan pasangan, alangkah nikmatnya jika keduanya sama-sama merasa nyaman melakukannya. Baik dari segi posisi, libido, maupun kondisi Miss V sang pasangan. Namun, ada kalanya Miss V seorang wanita menjadi kering. Bahkan, ketika sedang melakukan hubungan intim. Hal ini tentu akan mengganggu kenyamanan Anda dan pasangan bukan?

Selain menimbulkan perasaan tidak nyaman, keringnya Miss V juga dapat menimbulkan efek yang lebih parah, seperti lecet dan luka pada dinding vagina, timbulnya rasa sakit atau nyeri diakibatkan terjadinya gesekan antara vagina dan penis. Pada kondisi vagina kering, wanita juga dapat merasakan vagina terasa gatal atau seperti terbakar. Vagina yang kering mempunyai lapisan yang lebih tipis dan kering, kehilangan kelenturan atau elastisitas, serta menimbulkan iritasi akibat vagina kurang asam.

Vagina yang normal akan terasa lembap karena memiliki pelumas alami yang diproduksi oleh serviks atau leher rahim. Dengan adanya pelumas alami, vagina tidak terasa nyeri saat berhubungan seksual. Pelumas berupa cairan jernih tersebut juga bertugas melindungi vagina dari infeksi dan menjaganya agar bersih dengan cara mengalirkan darah menstruasi maupun sel-sel mati ke luar vagina.

Jumlah pelumas alami yang dibutuhkan vagina dapat optimal selama kadar hormon estrogen cukup. Estrogen juga berfungsi menjaga lapisan vagina tetap elastis, tebal, dan sehat. Namun, pada masa menopause produksi hormon estrogen mulai berkurang dan secara bertahap berhenti. Hal ini terjadi pada lebih dari 50% perempuan berusia 51-60 tahun. Menurunnya kadar hormon estrogen menyebabkan atrofi vagina, yaitu kondisi vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Selain itu, jumlah pelumas alami yang tersedia ikut menurun sehingga membuat vagina kering.

Selain faktor menopause, vagina yang kering juga dapat dipicu oleh berbagai kondisi umum, seperti kurang melakukan pemanasan atau foreplay sebelum melakukan hubungan intim, memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan atau lingkungan sosial, stres, merasa cemas, menggunakan produk kebersihan tertentu seperti sabun yang keras ataupun spray, vagina terkena detergen, vagina terkena bahan kimia seperti bahan kimia yang ada di pemandian air panas atau kolam renang, baru melahirkan atau sedang menyusui, pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur atau ovarium, menjalani perawatan untuk kanker seperti kemoterapi atau radioterapi, mengonsumsi antidepresan tertentu ataupun obat-obatan dekongestan, memiliki alergi, dan menderita diabetes.

Untuk menanganinya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yakni:

  1. Sebelum berhubungan intim, sangat dianjurkan untuk melakukan pemanasan yang cukup, sehingga akan mempermudah terjadinya rangsangan pada wanita. Tingginya rangsangan akan menyebabkan naiknya hasrat sehingga vagina akan cepat basah.
  2. Lakukan hubungan intim ini hanya dengan pasangan yang telah resmi. Hubungan intim yang dilakukan bukan dengan pasangan resmi (suami-istri) bisa jadi akan menimbulkan perasaan takut dan berdosa sehingga menyebabkan vagina tegang dan tidak cukup pelumas dan akan menyebabkan rasa
  3. Gunakan gel pelumas, Anda bisa memperoleh gel/cairan pelumas yang diformulasi khusus dan aman untuk membantu mengatasi problem vagina kering pastikan produk yang Anda beli aman dan terdafatar di depkes.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY