Mitos Coklat Bagi Kesehatan Anak

SehatFresh.com – Banyak orang suka cokelat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tidak hanya manis, makanan satu ini ternyata memang memberi sejumlah manfaat bagi kesehatan anak. Coklat terutama cokelat hitam mengandung sejumlah nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Makin gelap warna cokelat, makin banyak kandungan kakaonya, dan manfaatnya makin baik utuk kesehatan.

Cokelat terbuat dari biji kakao yang kaya akan senyawa bernama flavonoid yang juga terdapat pada daun teh. Antioksidan ini membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Para peneliti di Johns Hopkins University bahkan menyebutkan bahwa cokelat dapat melindungi sel saraf otak dan mengurangi risiko serangan stroke.

Suatu teori mengatakan bahwa flavonoid yang diserap ketika makan cokelat mampu menembus dan menumpuk di daerah otak yang terlibat dalam pembelajaran dan memori, terutama hippokampus. Flavonoid ini meningkatkan aliran darah ke otak, mempromosikan pembentukan neuron baru, meningkatkan fungsi neuron, meningkatkan hubungan antara neuron, dan mencegah kematian neuron akibat radikal bebas. Ini merupakan mekanisme bagaimana senyawa dalam cokelat mampu meningkatkan fungsi otak.

  • Cokelat merusak gigi?

Cokelat seringkali disalahkan sebagai perusak gigi. Padahal, rusaknya gigi bukan karena cokelat, tapi kerena salah memilih cokelat dan malas sikat gigi setelah makan cokelat. Yang merusak itu adalah pemanis yang ditambahkan dalam cokelat. Ditambah dengan tekstur coklat yang lengket di mulut, maka bakteri yang ada di dalam mulut bisa dengan mudah mengubah sisa gula menjadi asam yang merusak gigi.

Cokelat murni yang belum dicampur gula justru mengandung sejumlah zat yang menghambat terbentuknya karies pada gigi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Osaka University di Jepang, ditemukan bahwa biji kakao memiliki efek anti bakteri pada mulut dan dapat melawan plak dan bakteri yang berada di mulut secara efektif. Teori lain menyebutkan bahwa kandungan theobromine dalam cokelat berfungsi menghilangkan bakteri dalam mulut yang dikenal sebagai streptokokus mutans, yang berpotensi merusak gigi.

  • Cokelat bikin gemuk?

Anggapan bahwa makan cokelat bikin gemuk hanyalah mitos. Bahan-bahan tambahan inilah yang membuat cokelat bisa menyumbang sejumlah kalori, yang akhirnya berpotensi menyebabkan kegemukan.

Untuk mendapatkan manfaat cokelat, pilihlah coklat yang berkualitas bagus dengan padatan kakao yang tinggi. Selain itu, ajarkan menggosok gigi pula setelah anak menikmatinya. Sebagian besar studi menyarankan agar cokelat diberikan pada anak dalam jumlah moderat. Terlalu banyak mengonsumsi cokelat bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan terlebih bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih sebagai kebiasaan.

Meski cokelat ini memang menyehatkan, sejumlah ahli mengingatkan agar konsumsi buah dan sayuran jangan sampai terabaikan. Mengonsumsi makanan manis-manis seperti cokelat bisa membuat anak cepat kenyang, sehingga dapat mengurangi nafsu makannya. Anak juga menjadi lebih berisiko obesitas jika terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, dan karena asupannya nutrisinya tidak seimbang.

Sumber gambar : senyumsemilir.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY