Motilitas Sperma Buruk Pengaruhi Kesuburan Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kesuburan pria bisa dinilai dari berbagai aspek. Motilitas sperma adalah salah satunya. Motilitas sperma yang buruk tentu mempengaruhi kesuburan pria. Motilitas sperma adalah kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien di dalam tubuh wanita.

Kemampuan ini dibutuhkan agar bisa menghasilkan kehamilan yang sukses. Hampir 90% masalah kesuburan pria sebenarnya disebabkan oleh jumlah sperma yang sedikit. Tetapi, motilitas sperma yang buruk dan bentuk sperma abnormal menyumbang 10% dari hal-hal yang menjadi penyebab pria sulit punya anak.

Sebagai catatan, jumlah rata-rata sperma normal antara 15 juta sampai 120 juta sperma per mililiter sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi. Jika jumlah semen normal berkurang, kehamilan lebih sulit.

Agar sperma dapat melewati lendir serviks dan membuahi sel telur, sperma wajib memiliki motilitas progresif minimal 25 mikrometer per detik. Ketika kurang dari angka tertentu sel sperma seorang pria tergolong sperma motilitas progresif, maka sperma miliknya masuk dalam kategori motilitas sperma yang buruk atau asthenozoospermia.

Asthenozoopermia merupakan suatu keadaan di mana dari semua sperma yang ada, bentuk sperma yang tidak normal di atas 40%, sedangkan yang pergerakannya normal  (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%.

Penyebab keadaan ini bermacam-macam, antara lain gangguan pembuluh darah, infeksi, imunologi, testis terlampau panas, dll. Karena itu perlu dieksplorasi lebih lanjut kemungkinan penyebab hal ini.

Mengacu pada cara sperma berenang, motilitas terdiri dari dua jenis, yakni

  • Motilitas progresif, yaitu ketika sperma berenang di sebagian besar garis lurus atau lingkaran besar.
  • Motilitas nonprogresif, yaitu sperma dapat bergerak tapi tidak melakukan pergerakan yang progresif atau hanya dapat berenang di lingkaran yang terbatas.

Motilitas sperma yang buruk sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Motilitas progresif lambat
  • Motilitas nonprogresif yang ditandai gerakannya kurang dari lima mikrometer per detik
  • Tidak ada pergerakan sperma sama sekali

Perlu digarisbawahi, untuk dapat membuahi sel telur, sperma harus sehat. Ada beberapa kriteria utama yang menunjukkan kesehatan sperma di antaranya:

  • Volume atau jumlah sperma
  • Motilitas
  • Bentuk sperma
  • Reaksi akrosom (fusi membran yang melepaskan enzim dari kepala sperma untuk mendukung pembuahan)
  • Zona pellucida binding (kemampuan sperma menembus ke membran tebal transparan di sekitar sel telur dalam proses pembuahan)
  • Memiliki jumlah kromosom yang tepat agar bayi yang dikandung sempurna
  • Kerusakan atau kecacatan pada salah satu kriteria yang telah disebutkan bisa menyebabkan pria tidak subur

Oleh karena itu, seorang pria yang gerakan spermanya buruk belum pasti dikatakan mandul, hanya pria tersebut mungkin akan kesulitan mengusahakan keturunan. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here