Mulai Usia Berapa Anak Dilatih Berpuasa?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa di bulan Ramadhan bisa menjadi momen untuk menanamkan nilai dan konsep diri kepada anak. Tak sekadar melatih ketahanan fisik, karakter anak juga bisa terbentuk sejak usia dini.

Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Mendisiplinkan anak puasa sejak dini bukanlah sebuah kekerasan. Ini merupakan pelajaran kedisiplinan tentang nilai-nilai keagamaan dan juga kemanusiaan.

Pertanyaannya, mulai usia berapa anak dilatih untuk berpuasa? Jawabannya adalah tidak ada yang mutlak. Dalam melatih anak puasa, orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mereka. Telah jelas bahwa Islam sendiri tidak menghendaki adanya unsur paksaan dalam mendidik anak. Jadi, orangtua akan memberikan motivasi kepada anak-anak dalam cara mendisiplinkan mereka, seperti halnya melatih dalam melatih anak puasa Ramadhan.

Namanya juga melatih anak puasa sejak dini, tentunya balita juga sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadhan. Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya. Jadi, tidak perlu meminta si kecil langsung berpuasa dengan durasi yang sama dengan orang dewasa.

Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan. Namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas.

Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga Ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba.

Selain itu, saat Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur, Anda juga melatih balita Anda untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Begitu pula saat berbuka puasa.

“Kita tidak paksakan sambil beri pengertian. Ajak anak tersebut sahur bersama, ajak berbuka,” kata Dokter spesialis anak RSUP. Ia meneruskan, “Kadang anak-anak yang penting makan nasi lauk pauk. Tapi perlu diingat memberikan cairan yang sangat banyak kepada anak-anak ketika sahur itu penting. Untuk berbuka, berikan makanan dengn kadar indeks gula tinggi, kemudian, pelan-pelan beri makanan lain”.

Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka tidur berlebihan. Ajaklah anak beraktivitas. Namun, batasi aktivitas yang cukup menguras energinya.

Selama menjalankan puasa, kata dia, orangtua harus memantau anak-anak mereka yang belajar puasa karena dikhawatirkan terjadi dehidrasi. Selain itu, orangtua pun harus memantau berat badan anak. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here