Mulailah Membatasi Asupan Garam

SehatFresh.com – Salah satu upaya menurunkan dan mencegah tekanan darah tinggi adalah dengan mengurangi asupan garam. Garam terdiri dari natrium klorida. Mineral dalam garam penting bagi tubuh, tapi konsumsinya secara berlebih bisa merugikan. Anjuran untuk mengurangi asupan garam kini telah semakin banyak disuarakan. Pasalnya, konsumsi garam berlebih telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan.

Diet tinggi garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko penyakit jantung. Semua orang yang ingin sehat dianjurkan untuk memerhatikan asupan garam mereka. Mayoclinic.com merekomendasikan bahwa orang dewasa yang sehat harus membatasi natrium tidak lebih dari 2.300 mg per hari (sekitar satu sendok teh). Sayangnya, makanan yang dikonsumsi sehari-hari mungkin mengandung natrium melebihi batas tersebut.

Tujuan diet rendah garam adalah untuk membantu menghilangkan penimbunan garam dan air, serta membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi yang sensitif terhadap garam. Garam berlebih akan dikeluarkan tubuh melalui ginjal melalui urin. Pada keadaan tertentu, kelebihan tersebut tidak dapat dikeluarkan dari tubuh secara maksimal sehingga mengendap di dalam jaringan tubuh dan pada akhirnya akan membuat bagian tubuh tertentu menjadi mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan.

Tidak hanya bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi, mengurangi asupan garam juga memberi manfaat untuk mencegah kondisi seperti stroke, batu ginjal, penyakit kardiovaskular bahkan kanker perut. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan garam berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker lambung hingga dua kali lipat.

Hal yang paling penting ketika mulai membatasi asupan garam adalah menahan diri untuk mengonsumsi makanan asin yang mengandung banyak garam. Untuk langkah awal, Anda bisa membatasi penggunaan garam ketika memasak. Sebagai alternatif penambah rasa, Anda bisa menggunakan herbal atau rempah-rempah alami seperti seledri, daun bawang, bawang merah, bawang putih, bawang bombai, daun salam, lada, lengkuas dan sebagainya.

Mengurangi garam dalam makanan sehari-hari atau menghindari asupan garam tersembunyi memang tidak mudah. Namun, dengan mulai membiasakan mengurangi asupannya, kita bisa melatih lidah agar lebih peka mengecap cita rasa asli makanan-makanan yang kita konsumsi, agar tidak ketergantungan untuk selalu menambahkan garam untuk memperkuat rasa pada makanan.

Membatasi konsumsi garam bukan berarti tidak mengonsumsinya sama sekali. Prinsipnya, natrium dibutuhkan untuk menunjang kesehatan tubuh yang optimal. Kekurangan asupan garam juga bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan seperti kantuk, depresi, kejang bahkan koma. Jadi, mulailah mengonsumsi garam dengan bijak.

Sumber gambar : mywab.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY