Multiple Sclerosis Yang Lebih Berisiko Pada Wanita

SehatFresh.com – Multiple Sclerosis (MS) adalah suatu kondisi autoimun yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang dari sistem saraf pusat. Normalnya, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan zat asing di dalam tubuh. Lain halnya pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh malah menyerang jaringan normal karena keliru dikenali sebagai zat asing. Pada penyakit MS, sistem kekebalan tubuh menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dianggap memengaruhi wanita secara tidak proporsional. Menurut Mayo Clinic, wanita dua kali lebih berisiko mengembangkan MS dibandingkan pria. Berikut adalah tujuh gejala yang mengindikasikan penyakit MS :

  1. Gejala otot

Gejala bervariasi baik pada pria maupun wanita, tergantung pada lokasi dan keparahan kerusakan saraf yang disebabkan oleh peradangan. Dalam MS, sel-sel kekebalan tubuh menyerang sistem saraf, yang dapat terjadi di otak, sumsum tulang belakang atau saraf optik. Karena itu, pasien MS dapat mengalami gejala yang berkaitan dengan otot di berbagai bagian tubuh seperti kejang otot, mati rasa, kesulitan berjalan, masalah keseimbangan dan kurangnya koordinasi dan kelemahan atau tremor pada satu atau kedua lengan dan kaki.

  1. Gejala mata

Wanita dengan MS mungkin mengalami kehilangan penglihatan, baik sebagian atau seluruhnya. Ini sering terjadi pada satu mata dan nyeri dapat terasa ketika mata bergerak. Gejala lainnya termasuk penglihatan ganda atau penglihatan kabur dan kesulitan visual. Semua gejala mata ini terjadi karena adanya lesi pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan penglihatan.

  1. Disfungsi usus dan kandung kemih

Disfungsi kandung kemih dan gejala usus sering terjadi di MS. Masalah kandung kemih disebabkan oleh disfungsi dalam jalur dari sistem saraf yang mengendalikan otot-otot kandung kemih serta sfingter saluran kemih. Kebanyakan penderita MS juga dilaporkan menderita penyimpangan usus seiring perkembangan penyakit.

  1. Mati rasa

Sensasi mati rasa, kesemutan, dan nyeri adalah sensasi umum bagi banyak penderita MS, termasuk wanita. Hal ini sering dialami seluruh tubuh atau di tungkai tertentu. Mati rasa ini mungkin terasa sebagai “kesemutan” atau sensasi terbakar.

  1. Masalah bicara dan mengunyah

Bicara cadel atau hilangnya kontrol volume suara adalah masalah bicara umum yang menyertai MS. Lesi MS juga dapat memengaruhi fungsi menelan, yang dapat menyebabkan kesulitan mengunyah dan menggerakkan makanan ke bagian belakang mulut serta mengganggu kemampuan tubuh untuk memindahkan makanan melalui esofagus dan ke dalam perut.

  1. Gejala otak dan saraf

Berbagai gejala otak dan saraf lainnya dapat terjadi akibat MS lesi di daerah otak. Beberapa penderita MS mungkin mengalami penurunan rentang perhatian, kesulitan penalaran atau pemecahan masalah dan kehilangan memori. Depresi, vertigo, hilangnya pendengaran dan masalah keseimbangan juga telah dikaitkan dengan gejala otak dan saraf yang berkaitan dengan MS.

  1. Masalah seksual

Karena MS bisa menurunkan gairah seksual, lubrikasi vagina mungkin berkurang sehingga hubungan seksual menjadi terasa menyakitkan. Untungnya, MS tidak berpengaruh pada kesuburan. Menurut sejumlah teori, gejala justru seringkali membaik selama kehamilan. Namun, kekambuhan sering terjadi setelah persalinan.

Meskipun saat ini belum ada obat untuk MS, pasien MS masih bisa menjalani kehidupan yang produktif. Pilihan gaya hidup dapat membuat perbedaan dalam kualitas hidup. Pola makan yang tepat, olahraga serta menghindari merokok dan alkohol dapat membantu, bersamaan dengan terapi obat jangka panjang untuk MS. Dokter dapat membantu membuat perubahan dan menemukan perawatan yang tepat.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY