Ngidam Saat Hamil

SehatFresh.com – Pada 3 bulan pertama kehamilan, biasanya calon ibu ngidam sesuatu terutama makanan tertentu, bahkan terkadang permintaannya saat ngidam cenderung aneh-aneh. Belum ada yang tahu secara pasti mengapa ngidam kehamilan terjadi, meskipun ada teori bahwa itu mewakili kekurangan nutrisi yang dialami ibu dan “ngidam” adalah cara tubuh untuk meminta apa yang dibutuhkan.

Beberapa hal yang diidamkan menurut beberapa anggapan mengindikasikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh selama kehamilan. Misalnya, ngidam buah berarti tubuh butuh vitamin C, atau ingin makan coklat, berarti tubuh membutuhkan vitamin B. Ngidam makan steak atau daging merah lainnya, berarti tubuh memerlukan protein dan zat besi lebih untuk membantu pertumbuhan bayi. Sedangkan ngidam makan makanan manis, berarti tubuh membutuhkan kalori lebih.

Menurut Siobhan Dolan, MD, Direktur Medis March of Dimes Birth Defects Foundation, ngidam sebenarnya tidak ada dalam istilah kedokteran. Ngidam hanya merupakan hasil dari perubahan hormon yang terjadi saat hamil. Peningkatan kadar hormon tertentu di masa kehamilan berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, salah satunya pada organ pencernaan dan produksi air liur. Meningkatnya produksi air liur, selain menyebabkan sering meludah, juga akan menimbulkan rasa yang kurang enak di mulut, sehingga seringkali timbul rasa mual muntah, dan ibu hamil cenderung menginginkan makanan dengan rasa yang tajam seperti asam dan asin. Studi menunjukkan bahwa kadar hormon yang tinggi selama kehamilan dapat mengubah kepekaan wanita terhadap rasa dan bau. Jadi makanan dan bau tertentu tidak hanya menjadi lebih menarik namun membuat ibu menolak makanan tertentu selama kehamilan.

Di sisi lain, beberapa peneliti berpendapat bahwa ngidam tidak ada kaitannya dengan kekurangan gizi melainkan hanyalah keinginan, tidak lebih. Keinginan ini adalah hasil dari pengaruh biologis serta psikologis dan lingkungan. Ada juga beberapa wanita hamil yang ngidam hal aneh, yakni ngidam bukan makanan. Kondisi ini dikenal sebagai pica. Pica merupakan kondisi psikologis yang terjadi karena ibu hamil merasa kurang diperhatikan oleh suami, sehingga timbul perasaan mirip gidam. Pica dapat menyebabkan keinginan yang besar terhadap hal tertentu yang terkesan aneh-aneh, yang beberapa di antaranya bisa membahayakan ibu dan bayi.

Terlepas dari cikal bakal ngidam yang masih simpang siur, perhatian menjadi kunci utama untuk mengatasi ngidam. Mitos yang mengatakan bahwa jika permintaan ngidam ibu hamil tidak terpenuhi maka anak yang lahir kelak akan “ngeces” hanyalah mitos belaka. Belum ada bukti ilmiah yang membenarkan hal tersebut. Namun, dengan memenuhi permintaan ngidam ibu hamil secara tidak langsung akan membuatnya merasa diperhatikan dan bahagia yang akan berdampak juga pada kesehatan janin. Tetapi perlu pula dibedakan juga antara ngidam yang wajar dan keinginan akan sesuatu yang sangat tidak relevan, karena yang paling penting untuk menjadi perhatian adalah kebutuhan gizi selama kehamilan terpenuhi dengan baik.

Sumber gambar : family.fimale.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY