Nilai Sekolah Rendah, Jangan Panggil Anak Dengan Sebutan ‘Bodoh’

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Wajar jika sebagai orang tua, Anda selalu menginginkan anak mendapatkan yang terbaik, salah satunya dengan mendapatkan nilai yang tinggi. Apalagi jika Anda sudah mengikutsertakan anak ke berbagai bimbingan belajar. Namun bagaimana jika suatu waktu anak mendapatkan nilai yang rendah? Sangatlah tidak bijaksana untuk menyebutkan kata bodoh padanya.

Kita tahu bahwa anak sudah berusaha semaksimal mungkin dengan belajar yang rajin dan mengikuti berbagai bimbingan belajar. Seharusnya kita menghargai apa yang telah dilakukan anak. Dengan menyebutnya bodoh tentu saja hal tersebut bisa sangat melukai perasaan anak. Selain itu menyebutkan kata bodoh akan memberikan dampak lain yang tidak baik bagi anak.

Jika pernyataan bodoh tersebut sering diucapkan kepada anak maka anak akan menjadi sesuai dengan apa yang orang tua ucapkan tersebut. Anak akan menampilkan dirinya sebagai seseorang dengan sebutan yang sering diberikan kepadanya yaitu misalnya bodoh atau malas. Kenapa demikian?

Hal tersebut terjadi karena pikiran bawah sadar dari anak memang sangat cerdas dan dapat dengan mudah menyerap apa yang diucapkan oleh orang tua. Pikiran bawah sadar tersebut akan memprogram dan membuat anak menampilkan dirinya seperti apa yang telah dinilai darinya.

Selain itu, ucapan negatif Anda kepada anak lambat laun akan mematikan rasa percaya dirinya. Anda tentu tidak menginginkan anak Anda tumbuh menjadi pribadi yang minder bukan? Apalagi menurut Dra, Destryna N. Sahari, MA, psikolog dari RS. Mitra Keluarga Bekasi, pada umumnya seseorang akan lebih mudah menyimpan hal negatif daripada hal yang positif. Misalnya begini, saat Anda mendapat banyak pujian kemudian menyusul satu kritikan. Biasanya kritikan tersebut yang akan diingat. Begitu pula dengan sebutan terhadap anak tersebut.

Jika sudah demikian, ketika anak tumbuh remaja, bukan tidak mungkin rasa minder tersebut terus terpupuk hingga akhirnya anak menjadi pribadi yang antisosial. Tentu hal tersebut bukan menjadi keinginan kita sebagai orang tua.

Lalu apa yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua saat mendapati nilai anak kurang memuaskan? Anda bisa mempraktekkan beberapa tips seperti memberi lebih banyak waktu dan perhatian kepada anak. Tanyakan kesulitan apa yang dihadapi selama menempuh pendidikan di sekolah. Kesulitan bukan hanya dalam hal pelajaran. Mungkin juga anak mendapatkan kesulitan dalam bergaul. Hal semacam itu bisa membuatnya kurang bersemangat ke sekolah.

Selain itu, lihatlah potensi anak. Daripada terus- terusan menyalahkan kelemahan anak, lebih bijaksana jika Anda melihat dan mengembangkan apa yang menjadi minat dan bakat dari anak. Tentu saja hal tersebut akan lebih meningkatkan rasa percaya dirinya sekaligus kedekatan terhadap Anda sebagai orang tua. (AYK)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY