Normalkah Bila Anak Sering Tidur Mendengkur

SehatFresh.com – Mendengkur pada orang dewasa tentunya bukan hal yang aneh. Namun, bagaimana bila seorang anak sering mendengkur? Wajarkah?

Mendengkur pada orang dewasa atau pun anak-anak prinsipnya sama. Mendengkur merujuk pada kondisi suara napas yang berbunyi akibat getar­an udara yang melalui saluran napas atas. Hal ini menunjukan adanya tahanan yang tinggi terhadap udara di saluran napas atas. Ketika tidur, otot mengalami relaksasi sehingga jalan napas mengecil. Akibatnya, jumlah udara yang sama harus melewati tempat yang lebih sempit.

Berdasarkan frekuensinya, mendengkur pada anak dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu occasional snoring (frekuensi <3 kali per minggu) dan habitual snoring (frekuensi ≥3 kali seminggu). Apabila sudah termasuk ke dalam habitual snoring, selanjutnya anak dapat mengalami obstructive sleep apnea syndrome (OSAS).

OSAS merupakan kumpulan gejala akibat adanya sumbatan pada saluran napas bagian atas yang menyebabkan henti napas bagian atas atau berkurangnya aliran napas saat tidur. Pada orang dewasa, obesitas merupakan faktor risiko utama OSAS, sedangkan pada anak faktor risiko utamanya adalah pembesaran kelenjar amandel dan adenoid. Penyakit yang berhubungan dengan alergi, seperti rhinitis alergi, asma, dan sinusitis juga telah dikaitkan dengan OSAS pada anak.

Anak yang menderita OSAS umumnya menunjukkan bermacam-macam gejala di siang dan malam hari. Pada malam hari, anak tidur dengan mulut terbuka, mendengkur, dan sering kali mengalami henti napas. Hal ini mengakibatkan tidur anak menjadi tidak nyenyak, dan mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Sebagai akibat dari gejala dan gangguan pada saat tidur malamnya, pada siang hari timbul keluhan yaitu sering tertidur dalam kelas, kesulitan belajar terutama pada mata pelajaran tertentu, seperti matematika serta gangguan kognitif lainnya sehingga terjadi penurunan prestasi akademik. Perubahan perilaku menjadi hiperaktif, mudah marah, serta gagal tumbuh juga diduga berhubungan dengan OSAS.

Penanganan OSAS didasarkan pada penyebab utama terjadinya OSAS. Karena penyebab paling umum pada anak adalah pembesaran kelenjar amandel dan adenoid, penanganannya adalah tindakan operasi pengangkatan kelenjar amandel dan adenoid. Penyakit penyerta seperti asma dan rhinitis alergi serta sinusitis juga memerlukan penanganan yang tepat untuk hasil yang maksimal.

Orang tua perlu mewaspadai anak yang sering mendengkur saat sedang tidak mengalami pilek atau radang tenggorokan. Ketika mendapati anak sering mendengkur, orangtua hendaknya mengamati apakah dengkurannya hilang dengan perubahan posisi tidur, apakah disertai dengan henti napas, dan apakah terjadi perubahan prestasi belajar atau perubahan perilaku di sekolah. Diagnosis dini serta penanganan yang tepat dapat menghindarkan anak dari gangguan akibatnya. Tidur sangat penting bagi pertumbuhan anak. Pasalnya, banyak hormon pertumbuhan yang dihasilkan otak saat tidur. Jika waktu dan kualitas tidur terganggu, maka pertumbuhan anak pun bisa ikut terganggu.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY