Nutrisi Sebagai Penunjang Kesehatan Saraf

SehatFresh.com – Sistem saraf terdiri dari saraf di seluruh tubuh serta sumsum tulang belakang dan otak. Sistem ini berisi miliaran sel yang berkomunikasi dan bekerja sama untuk menjaga kesehatan tubuh. Pusat saraf dalam otak bertanggung jawab dalam mengendalikan pergerakan otot, fungsi kognitif, pembelajaran dan memori, pengembangan kepribadian dan sejumlah proses lainnya. Nutrisi dari asupan makanan sehari-hari memainkan peran dalam fungsi sistem saraf yang mana berkontribusi untuk beberapa proses yang diperlukan untuk pengembangan dan fungsi sel sistem saraf.

Nutrisi dari makanan berdampak pada perkembangan sel otak sehingga memberikan kontribusi untuk fungsi otak yang tepat. Proses pembentukan sel-sel saraf di otak yang disebut neurogenesis, terjadi dalam rahim untuk berkontribusi pada sistem saraf yang matang, serta di masa dewasa untuk memfasilitasi pembentukan memori dan pembelajaran. Regulasi neurogenesis terbukti penting karena proliferasi abnormal pada sel-sel batang otak dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti kanker otak.

Fungsi sistem saraf juga bergantung pada myelin. Terdiri dari berbagai protein dan lemak, myelin mengelilingi dan menyekat serat saraf, membantu meningkatkan kecepatan pengiriman sinyal dari saraf. Hilangnya myelin dapat mengganggu pengiriman sinyal sel saraf yang tepat, yang mengarah ke gangguan neurologis. Sejumlah nutrisi seperti tembaga dan vitamin B-12 berkontribusi terhadap fungsi selubung myelin dan mendapat asupan kedua nutrisi tersebut penting untuk fungsi sistem saraf yang tepat.

Nutrisi dari makanan sehari-hari juga berkontribusi komunikasi antara sel-sel otak yang merupakan proses penting untuk fungsi sistem saraf. Bahan kimia pemberi sinyal yang disebut neurotransmitter, juga bergantung pada kehadiran sejumlah nutrisi. Di antaranya adalah triptofan serta vitamin B-6, B-12, B-1, B-3, B-5 dan vitamin C. Kekurangan salah satu nutrisi ini dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mensintesis neurotransmiter, dan pada gilirannya mengganggu komunikasi dalam sistem saraf.

Beberapa nutrisi juga membuat sinyal elektrokimia yang mengirimkan impuls saraf. Setelah terjadi pelepasan sel neurotransmitter untuk memulai sinyal otak, sel-sel di dekatnya merespon dengan menghasilkan sinyal listrik yang disebut tindakan (action), yang terlihat dalam berbagai tanggapan seperti ingatan memori, emosi atau gerakan. Mineral natrium dan kalium berkontribusi potensial aksi. Kekurangan natrium atau kalium yang parah dapat memengaruhi fungsi otak dan mendapatkan asupan dalam jumlah yang cukup dari mineral tersebut penting untuk kesehatan sistem saraf.

Sumber gambar : pelajaranwinwellness.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY