Obat – Obatan yang Mempengaruhi Fungsi Seksual

SehatFresh.com – Disfungsi seksual mengacu pada masalah selama setiap fase dari siklus respon seksual yang membuat individu atau pasangan tidak mendapat kepuasan dari aktivitas seksual. Siklus respon seksual memiliki empat tahap: gairah, plateau, orgasme dan resolusi. Disfungsi seksual dapat disebabkan oleh faktor fisik dan emosional, atau kombinasi keduanya. Di sisi lain, ternyata efek samping dari beberapa obat juga dapat menyebabkan disfungsi seksual. Memang, beberapa masalah seksual bisa diatasi dengan obat seperti Viagra, namun beberapa obat tertentu justru memberi efek sebaliknya.

Beberapa obat resep bahkan obat yang dijual bebas dapat berdampak pada fungsi seksual. Obat-obatan tersebut dapat memengaruhi libido, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan untuk menjadi terangsang atau mencapai orgasme. Risiko efek samping dari obat-obatan tersebut meningkat ketika seseorang mengonsumsi lebih dari satu obat.

Beberapa obat berikut termasuk ke dalam jenis obat yang memengaruhi fungsi seksual seseorang :

Antidepresan

Depresi bisa menyebabkan gairah seksual berkurang. Sayangnya, obat-obatan antidepresan juga memiliki efek samping menurunkan libido, yang pada gilirannya menyebabkan kesulitan atau ketidakmampuan untuk mencapai orgasme baik pada pria atau wanita. Beberapa obat tersebut diantaranya:

  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline (Elavil), doxepin (Sinequan), imipramine (Tofranil) dan nortriptyline (Aventyl, Pamelor)
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs), seperti phenelzine (Nardil) dan tranylcypromine (Parnate)
  • Obat anti-psikotik, seperti thioridazine (Mellaril), thiothixene (Navane) dan haloperidol (Haldol)
  • Obat anti-mania, sejenis lithium carbonate (Eskalith, Lithobid)
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), sejenis fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft) dan paroxetine (Paxil).

Anti-hipertensi

Tekanan darah tinggi dan beberapa obat anti hipertensi juga dapat memengaruhi gairah seksual. Beberapa obat tersebut diantaranya:

  • Diuretik, seperti spironolactone (Aldactone) dan thiazides (Diuril, Naturetin)
  • Centrally acting agents, seperti methyldopa (Aldomet) dan reserpine (Serpasil, Raudixin)
  • a-Adrenergic blockers, seperti prazosin (Minipress) dan terazosin (Hytrin)
  • b-adrenergic (beta) blockers, seperti propranolol (Inderal) dan metoprolol (Lopressor)

Obat anti-kejang

Carbamazepine (Tegretol) yang umumnya digunakan untuk mencegah kejang. Obat tersebut bekerja dengan mencegah impuls berjalan di sepanjang sel-sel saraf. Karena menghambat impuls saraf, ini dapat mengurangi sensasi menyenangkan yang berasal dari kontak seksual.

Antihistamin

Antihistamin, terutama Benadryl dan Chlor-Trimeton, juga terkait masalah libido yang sifatnya temporer. Setelah obat tidak digunakan, libido bisa kembali normal. Tetapi, jika obat menjadi sering digunakan, seperti untuk pengobatan alergi, maka bisa menimbulkan masalah jangka panjang untuk kehidupan seks Anda.

Pil KB

Beberapa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral atau pil KB dilaporkan mengalami penurunan libido. Kemungkinan ini disebabkan penurunan kadar hormon seks.  Diduga, hormon sintesis dalam pil KB menghentikan ovulasi dan menurunkan kadar testosteron.

Jika Anda mengalami masalah libido dan menduga masalah tersebut berhubungan dengan obat yang Anda gunakan, maka bicaralah dengan dokter Anda. Dengan ini, maka dapat dicari solusinya seperti dengan mengurangi dosisnya atau mungkin menyarankan obat alternatif lain.

Sumber gambar : reggiesidokter.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY