Obat Yang Berbahaya Selama Kehamilan

Pregnant woman holding vitamin pills and orange juice

SehatFresh.com – Ketika hamil, calon ibu mutlak harus menjalani pola hidup sehat untuk bayi yang sehat. Ibu hamil perlu mendapat istirahat yang cukup, makan banyak makanan bergizi dan berolahraga secara teratur guna menunjang kesehatan kehamilannya. Di samping itu, ibu hamil juga harus menghindari segala sesuatu yang bisa berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi termasuk dalam hal penggunaan obat-obatan. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui obat berbahaya apa saja yang dapat menyebabkan cacat serius pada bayi jika diambil pada masa kehamilan.

Penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan dapat menimbulkan efek buruk pada kesehatan ibu dan bayi. Terkadang para calon ibu dipaksa untuk mengambil obat-obatan tertentu untuk mengobati kondisi kesehatan seperti epilepsi, asma, depresi atau tekanan darah tinggi. Sebelum Anda mempertimbangkan untuk mengambil obat-obatan selama kehamilan, sangat penting untuk mengetahui tentang manfaat serta risikonya.

Beberapa obat dapat melewati plasenta sampai pada sirkulasi darah janin yang mana hal ini dapat mengakibatkan kadar obat dalam sirkulasi janin hampir sama dengan kadar dalam darah ibu. Kondisi ini dapat membahayakan janin terlebih bila dikonsumsi di awal kehamilan. Pasalnya, trimester pertama kehamilan adalah masa pertumbuhan dan perkembangan sistem organ tubuh janin. Periode tersebut adalah periode di mana rentan terjadinya kecacatan, keguguran, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Berikut adalah lima obat yang bisa berbahaya jika dikonsumsi saat hamil:

  1. Obat anti jerawat
    Ibu hamil disarankan untuk menghindari jenis obat anti-jerawat seperti Etretinat (Tegison) dan Isotretinoin (Accutane) selama kehamilannya. Obat-obatan tersebut biasanya digunakan untuk mengobati masalah psoriasis dan jerawat kronis dan penggunaannya selama kehamilan dapat menyebabkan beberapa kerusakan serius pada bayi dalam kandungan yang salah satunya termasuk perkembangan organ janin yang tidak optimal.
  2. Obat anti migrain
    Obat anti-migrain seperti methysergide dan ergotamine digunakan untuk mencegah serangan migrain. Sayangnya, obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko persalinan prematur jika diambil selama kehamilan. Maka dari itu, obat tersebut harus benar-benar dihindari oleh wanita hamil.
  3. Obat anti kejang
    Obat anti kejang seperti carbamezapine (Tegretol) dan fenitoin (Dilantin) adalah obat yang digunakan untuk mengontrol serangan epilepsi. Obat-obatan tersebut telah dikaitkan dengan keterbelakangan mental dan cacat jantung pada bayi jika diambil selama kehamilan.
  4. Obat non steroid dan anti radang
    Obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin dan obat anti-inflamasi non-steroid lainnya telah dikaitkan dengan pembekuan darah dan serta peningkatan risiko perdarahan yang tidak terkendali pada ibu dan calon bayi.
  5. Obat anti koagulan
    Beberapa obat anti koagulan yang berbasis coumarin berguna untuk pengobatan stroke dan penyakit jantung untuk memperlambat pembekuan darah. Namun, obat tersebut harus dihindari selama kehamilan karena dapat menyebabkan cacat lahir seperti keterbelakangan mental dan malformasi wajah.

Karena bahayanya bisa fatal, wanita yang berencana untuk hamil harus berkonsultasi dengan dokter jika mereka menderita kondisi kesehatan yang serius sebelum mereka hamil. Konsultasikanlah obat yang sedang atau akan ibu konsumsi pada dokter. Jika ibu memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, darah tinggi dan sakit jantung, serta telah rutin mengonsumsi obat tertentu sejak sebelum hamil, tanyakan pada dokter Anda mengenai keamanan obat tersebut jika dikonsumsi pada masa kehamilan. Begitu pula obat untuk penyakit musiman, seperti flu, diare, batuk, dan lainnya. Ketika hamil, ibu sebaiknya menghindari penggunaan obat apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sumber gambar : ibu-hamil.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY