Obesitas dan Risiko Kerusakan Otak Pada Remaja

Peningkatan berat badan tidak hanya merusak penampilan secara fisik, tetapi juga telah diteliti dapat meningkatkan risiko banyak penyakit termasuk kerusakan otak. Banyak penelitian telah menunjukkan hubungan antara penyakit akibat kelebihan berat badan dengan permasalahan kognitif. Kemampuan ini mengacu pada proses otak dalam mengumpulkan, menganalisa dan menggunakan informasi. Menurut riset, orang-orang dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi yang erat kaitannya dengan obesitas, memiliki daya ingat, daya pikir dan daya analisa yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang dengan berat badan normal.

Riset yang dilakukan di NYU School of Medicine mengungkapkan bahwa sindrom metabolisme (MetS) dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan kognitif pada remaja. Selama ini penelitian telah mengaitkan sindrom metabolisme dengan kerusakan otak dan kognitif. Peneliti berasumsi hal ini terjadi akibat metabolisme yang buruk. Penelitian juga telah menemukan bahwa gangguan otak dan kognitif pada remaja dengan sindrom metabolisme bahkan memiliki efek yang lebih buruk. Sindrom metabolisme ini berkaitan dengan masalah obesitas pada anak.

Pada anak obesitas, area otak yang bertugas mengontrol impulsif, yang disebut korteks orbitofrontal, cenderung menyusut dibandingkan dengan anak dengan berat badan normal. Hasil penelitian tentang hal ini telah dipresentasikan dalam pertemuan The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry di New York. Bahkan pada remaja dengan korteks orbitofrontal yang lebih kecil, semakin besar risikonya untuk menjadi semakin impulsif. Namun hasil studi tersebut belum menemukan adanya hubungan sebab akibat,
Obesitas diketahui menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan, dan meningkatkan peradangan dalam tubuh. Peningkatan peradangan dapat memengaruhi otak dan menyebabkan obesitas mengarah pada peradangan, yang merusak bagian-bagian tertentu dari otak. Hal ini menyebabkan dorongan untuk makan lebih banyak dan akhirnya semakin obesitas.

Beberapa tahun belakangan ini, jumlah anak-anak dan remaja yang mengalami kelebihan berat badan meningkat drastic. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan. Jika pola ini terus berkelanjutan, maka akan semakin banyak orang yang mengalami resiko kerusakan otak sehingga mengganggu kinerja dalam pekerjaan maupun sekolah. Maka dari itu, para ahli memberikan rekomendasi pada para orang tua untuk melindungi otak anak mereka dengan mempertahankan berat badan yang sehat. Orang tua dapat berkonsutaltasi pada ahli gizi mengenai pola makan sehat yang tepat bagi anak mereka. Pola makan sehat juga tentunya perlu diimbangi dengan olahraga teratur. Para ahli juga berargumentasi bahwa “tubuh yang sehat akan berdampak pada otak yang sehat pula”.

*pic konsultasikesehatanrsudalihsan.org

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY