Obesitas di Masa Kanak-kanak Pengaruhi Masa Depan Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bayi yang gemuk kerap dianggap sehat serta lucu dan menggemaskan. Namun, orangtua sebaiknya waspada jika berat badan anak melebihi rata-rata untuk anak seusianya. Hal itu bisa mengindikasikan obesitas dan masalah kesehatan ini hendaknya menjadi perhatian besar bagi orangtua karena sangat berpengaruh pada kondisi anak di masa dewasanya kelak. Menurut World Health Organization (WHO), obesitas di masa kanak-kanak telah menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling serius di abad 21 ini.

Obesitas dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang bisa berlangsung jangka panjang atau bahkan seumur hidup. Berikut adalah beberapa bahaya obesitas di masa kanak-kanak:

  • Sindrom metabolik. Sekelompok kondisi yang meningkatkan risiko anak mengidap diabetes dan penyakit yang berkaitan dengan jantung. Kondisi tersebut meliputi tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih.
  • Asma. Anak obesitas cenderung memiliki asma dibandingkan anak dengan berat badan ideal. Obesitas dapat menyebabkan sejumlah perubahan pola pernapasan dan mengurangi volume paru-paru.
  • Gangguan tidur. Obesitas dikaitkan dengan gangguan tidur yang disebut OSA (obstructive sleep apnea). Semakin bertambah berat badan, leher pun menjadi lebih tebal akibat timbunan lemak, dan hal itu dapat menghalangi pernapasan. Penderita OSA umumnya sulit mendapatkan tidur malam berkualitas.
  • Perlemakan hati non-alkoholik. Obesitas dapat menyebabkan penimbunan lemak di dalam hati. Hal ini seiring waktu memicu timbulnya jaringan parut dan kerusakan hati yang perlu ditangani secara serius.
  • Masalah sendi. Obesitas menempatkan tekanan lebih pada persendian, terutama pada sendi pinggul dan lutut. Hal ini bisa membuat Anda sulit bergerak dan orang yang obesitas juga cenderung memiliki zat peradangan yang lebih tinggi dalam darahnya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa orang yang obesitas rentan terkena osteoartritis di mana kondisi ini menyebabkan bengkak dan rasa sakit di persendian.

Obesitas juga menimbulkan komplikasi psikologis, di mana anak yang obesitas:

  • Cenderung menjadi bahan bully
  • Minder dan bahkan terisolasi secara sosial
  • Rentan cemas dan depresi
  • Sulit bergaul

Anak obesitas cenderung menjadi orang dewasa yang obesitas. Obesitas dewasa dikaitkan dengan sejumlah kondisi kesehatan yang serius, termasuk diabetes, penyakit jantung dan sejumlah kanker. Anak obesitas juga cenderung menjadi obesitas di masa dewasa dengan kondisi yang lebih parah. Maka dari itu, diagnosis obesitas pada anak-anak sejak dini sangat penting agar kondisi lebih mudah ditangani dan tidak menimbulkan komplikasi yang serius. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here