Obesitas saat Hamil Picu Epilepsi pada Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Obesitas merupakan suatu kondisi jumlah lemak dalam tubuh berlebihan. Kasus obesitas dalam kehamilan di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 32,9%. Penyebab obesitas di pengaruhi oleh terjadinya peningkatan sumber energi atau menurunnya pemakaian energi serta bisa jadi disebabkan oleh kombinasi keduanya. Menurut Flier 2008 menyatakan bahwa obesitas merefleksikan suatu keadaan yang dipengaruhi oleh banyak faktor, selain itu obesitas disebabkan oleh banyaknya asupan nutrisi yang tidak seimbang dengan pemakaian energi. Menurut reverensi lain obesitas dalam kehamilan disebabkan oleh genetika dan lingkungan serta sindrom genetika spesifik.

Menurut Jensena menyatakan bahwa obesitas pada kehamilan beresiko tinggi terjadinya abortus, diabetes selama kehamilan, hipertensi, gangguan nafas, makrosomia pada bayi, kelainan kongenital pada bayi, persalinan yang lambat, trauma persalinan pada ibu dan bayi, distosia bahu, perdarahan postpartum, trombosis dan infeksi. Selain itu obesitas dalam kehamilan memicu ibu tidak bisa melahirkan secara pervaginam melainnya dengan cara secsio sesarea. Tahukah anda bahwa komplikasi dari obesitas dalam kehamilan dapat memicu terjadinya epilepsi pada bayi?

Epilepsi merupakan suatu kondisi aktivitas sel saraf mengalami gangguan di dalam otak yang dapat menimbulkan kejang. Pada saat seorang ibu sedang dalam kondisi hamil banyak dokter atau bidan yang menyarankan agar ibu tetap dalam kondisi berat badan yang proporsional. Selama kehamilan kenaikan berat badan normal pada ibu hamil sekitar 8 kg sampai 12kg. Hal ini dilakukan agar ibu terhidar dari beberapa gangguan kesehatan selama kehamilan dan melahirkan. selain itu memiliki badan yang terlalu gemuk pada saat hamil memicu terjadinya epilepsi pada bayi.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia menganalisis data medis dari 1,4 juta bayi yang lahir pada tahun 1997 sampai 2011, tim peneliti menunjukan bahwa indeks masa tubuh ibu yang berlebihan  saat usia 14 minggu dapat menjadi sebuah peluang terjadinya epilepsi pada bayi. Menurut pendapat lain yang dinyatakan oleh Profesor Dr Eduardo Villamor di bidang Epidemiologi dari University of Michigan School of Public Health menyatakan bahwa bayi yang beresiko mengalami kejang akibat epilepsi di pengaruhi oleh terjadinya peningkatan berat badan ibu saat hamil.

Menurut Villamor apabila ibu mengalami kegemukan meningkatkan resiko terjadinya epilepsi pada anak sekitar 82%. Salah satu komplikasi dari obesitas yaitu kelahiran prematuritas pada bayi, sedangkan kondisi prematuritas dapan memicu terjadinya epilepsi. Sehingga resiko terjadinya epilepsi pun semakin meningkat. Selain itu obesitas dalam kehamilan memiliki masalah dalam proses persalinan yang dapat mengakibatkan trauma pada bayi ata bayi mengalami asupan oksigen yang dapat berpengaruh pada kondisi otak bayi, sehingga hal tersebut dapat lebih beresiko terjadinya epilepsi pada bayi.

Menurut hasil sebuah penelitian menyatakan bahwa resiko terjadinya epilepsi pada bayi meningkat 11%  pada ibu dengan berat badan berlebih dibandingkan dengan ibu yang memiliki berat badan normal. Apabila ibu mengalami obesitas kategori1 maka resiko terjadinya epilepsi pada bayi sekitar 20%, jika ibu mengalami obesitas katagori 2 maka resiko terjadinya epilepsi pada bayi sekitar 30%, dan apabila ibu mengalami obesitas katagori 3 maka resiko terjadinya epilepsi pada bayi sekitar 82%.

Neda Razaz dari Karolinska Institutet di Swedia mengatakan bahwa obesitas merupakan suatu faktor resiko yang berpotensi dapat di ubah, pencegahan obesitas pada perempuan usia reproduksi dapat menjadi suatu strategi kesehatan masyarakat yang penting untuk menurunkan resiko terjadinya epilepsi pada bayi. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here