Oksitosin Dan Kanker Payudara Pada Seks

SehatFresh.com – Tidak hanya sekedar kepuasan, melakukan hubungan seks secara rutin juga memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam hubungan seksual secara teratur umumnya memiliki kehidupan yang lebih panjang dan lebih sehat. Salah satu manfaatnya yang lebih spesifik, seks teratur dinilai dapat menjadi salah satu “terapi” yang membantu mencegah kanker payudara.

Hormon adalah pembawa pesan kimiawi yang memengaruhi sistem kekebalan, metabolisme, suasana hati, kesehatan mental dan beberapa fungsi tubuh lainnya. Beverly Whipple, Phd, dalam bukunya “The Orgasm Answer Guide”, menjelaskan bahwa risiko kanker payudara berkurang secara signifikan pada wanita yang aktif secara seksual terkait hormon oksitosin yang meningkat saat tubuh mengalami rangsangan dan orgasme selama aktivitas seksual.

Pendapat lain dari Dr Rachel Needle, seorang ahli psikologi dari Center for Marital and Sexual Health of South Florida, berpendapat bahwa seks teratur dapat membantu wanita memerangi kanker payudara. Ini juga terkait dengan hormon oksitosin. Oksitosin telah terbukti dapat mencegah sel-sel kanker payudara berkembang menjadi tumor. Rangsangan pada payudara dan puting akan menghasilkan hormon oksitosin yang dapat melawan pertumbuhan sel kanker.

Ada beberapa bukti bahwa oksitosin dapat membantu mencegah kanker payudara karena menghambat pertumbuhan sel kanker payudara secara in vitro. Oksitosin bertanggung jawab untuk banyak hal termasuk ketika kita merasa bahagia, kontraksi persalinan dan refleks pengeluaran ASI. Bahkan, sebuah sentuhan saja bisa membuat tubuh kita melepaskan oksitosin, seperti halnya stimulasi puting ketika bayi menyusu pada payudara. Oksitosin melawan efek dari hormon stres (kortisol) dan membantu menenangkan saraf. Peningkatan tidur juga merupakan efek dari oksitosin yang dilepaskan selama orgasme.

Selain itu, melakukan hubungan seksual sekali atau dua kali per minggu telah diteliti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama terkait antibodi Immunoglobulin A (IgA). Antibodi ini melindungi tubuh dari dampak paparan zat asing di luar seperti bakteri dan virus. Menurut Journal of Sex Research, stimulasi endorfin dan kortikosteroid yang dilepaskan saat aktivitas seksual juga memberi pengaruh positif pada tubuh, karena memiliki efek analgesik yang membantu mengurangi rasa sakit.

Teori lain mengatakan bahwa seks yang sehat melibatkan “olahraga”, dan olahraga itu penting dalam hal mencegah kanker payudara. Latihan aerobik, latihan membangun otot dan semua bentuk latihan lainnya ketika digabungkan dengan aspek gaya hidup sehat lainnya, merupakan aspek penting ketika dihubungkan dengan pencegahan kanker payudara.

Sumber gambar : dokterelvisetiawan.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY