Olahraga yang Pas Bagi Ibu Hamil saat Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berolah raga di saat hamil dapat memperlancar proses persalinan di kemudian hari. Tapi, bagaimana jika kondisinya sedang berpuasa?

Menurut Dr. Ulul Albab, SpOG, olahraga masih boleh dilakukan oleh ibu hamil yang berpuasa. “Olahraga itu bagus untuk persiapan pernafasan ketika melahirkan nanti. Jadi, bagus dilakukan walau dalam keadaan berpuasa,” katanya.

Olahraga untuk ibu hamil tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran sang ibu. Dengan rutin berolahraga, maka akan membantu perkembangan janin menjadi lebih sehat. Hal itu dapat terjadi karena mudahnya oksigen yang tersalur dalam tubuh.

“Waktunya bisa di pagi hari setelah selesai sahur. Sama keluarga saja olah raganya, tidak perlu yang berat karena kan tidak mungkin juga dia lari. Pokoknya menggerakkan tubuh sebisanya saja,” kata Dr. Michael Triangto SpKO.

Selain itu, olahraga juga bisa menjaga perasaan ibu tetap senang, tidak mudah stres, dan tubuh tetap fit. Olahraga bahkan merupakan cara terbaik untuk ibu hamil dalam mempermudah proses persalinan. Tapi, olahraga ibu hamil tentunya berbeda apalagi ketika dalam kondisi berpuasa. “Olahraga yang bisa dilakukan ibu hamil yang sedang berpuasa itu jenis low impact dan tidak memberatkan kondisi kehamilan,” ujar Dr. Ulul.

Sementara itu, Dr. Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr. Soetomo mengatakan, beberapa olahraga yang bisa dilakukan ibu hamil baik saat berpuasa atau tidak di antaranya joging ringan, senam ringan, dan jalan kaki. Diharapkan, ibu hamil mengetahui batas kemampuan dirinya.

“Kalau dirasa pusing atau tidak enak badan, sebaiknya dibatalkan puasanya dan tidak perlu olahraga keesokan harinya. Untuk waktunya yaitu setelah berbuka karena keringat yang keluar dapat digantikan oleh minuman. Apabila tidak tergantikan bisa terjadi dehidrasi,” terang Dr. Hari.

Sebagai tambahan, gerakan aerobik juga bisa dilakukan. “Misalnya jalan bersama anak (jika sudah memiliki anak), berenang, atau jalan di dalam kolam renang,” kata Dr. Michael. Ia menambahkan, dengan aktif bergerak selama masa kehamilan sudah termasuk berolah raga. “Biasanya kan ibu hamil disuruh tidak perlu banyak bergerak, cukup duduk diam saja. Padahal, wanita hamil dalam batasan tertentu harus bergerak,” jelasnya.

Maka, sangat tidak disarankan ibu hamil melakukan olahraga dengan impact tinggi, misalnya angkat beban yang bisa meningkatkan detak jantung. Pasalnya, olahraga seperti ini bisa meningkatkan metabolisme ibu hamil dengan sangat drastis.

Olahraga angkat beban juga dikhawatirkan terjadi peningkatan tekanan di dalam perut yang bisa membuat tekanan di dalam rahim meningkat. Akibatnya, risiko keguguran ikut meningkat. Selepas melahirkan, para ibu bisa berolah raga ringan sembari menunggu selesainya masa nifas. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here