Onani Menjadi Ritual di Zaman Mesir Purba

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Onani merupakan kegiatan yang biasa dilakukan para pria untuk mendapatkan kenikmatan seksnya sendiri. Kegiatan yang dilakukan bisa dengan menggunakan tangan untuk mempermainkan penis atau pun dengan bantuan alat lainnya.

Benarkah Onani Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Purba?

Menurut Kitab Kejadian (Genesis) atau kitab Taurat Musa atau Perjanjian Lama (Tanakh), ada seorang tokoh bernama Onan, anak dari Yehuda yang mendapatkan mandate dari ayahnya untuk menikahi janda dari bekas istri kakaknya. Onan enggan mendapatkan anak dari perempuan tersebut karena merasa bahwa keturunannya akan dianggap sebagai keturunan kakaknya sehingga ketika berhubungan badan. Onan mengeluarkan spermanya di luar agar tidak memiliki anak. Tapi Tuhan murka, kemudian Onan mati.

Kegiatan onani ini ternyata sudah melegenda sejak zaman Mesir Purba. Kegiatan onani juga bisa dilacak dari zaman Mesir Purba. Onani pada zaman mesir kuno, dianggap sebagai ritual agama yang harus dilakukan untuk beribadah pada Dewa Matahari.

Tanpa banyak orang yang tahu, ternyata kepercayaan masyarakat Mesir sangat bergantung pada kesuburan tanah yang bergantung dengan Sungai Nil. Air sungai nil membanjiri oasis di musim panas. Sehingga mereka akan melakukan kegiatan reproduksi untuk menghormati Sungai Nil yang.

Firaun, sebagai Raja Mesir zaman juga melakukan ritual onani di banyak orang. Dia memuaskan dirinya sampai mengalami orgasme di depan Sungai Nil agar mendapatkan banyak berkah dan tidak mengalami kekeringan. Kegiatan ritual ini untuk menghormati Dewa Atum yang dapat memberikan kepuasan seks. Firaun juga mengadakan Festival Dewa Min atau kedasyatan daya bercinta Firaun yang harus dilakukan oleh lelaki Mesir.

Pasang surut aliran sungai Nil dipercaya sebagai ejakulasi Atum (Dewa Penciptaan). Sehingga lelaki Mesir diperintah firaun Mesir untuk melakukan onani di sungai Nil agar kelimpahan air tetap. Festival ini digelar secara umum oleh para lelaki Mesir untuk berpesta mendapatkan kenikmatan dan membuat Sungai Nil tetap berlimpah sebagai symbol kekayaan.

Kemudian dari segi Yunani Kuno, onani diceritakan dari tokoh yang bernama Metro dengan teman wanitanya bernama Coritto. Mereka bersahabat dan suatu hari bermaksud meminjam dildo atau alat yang bentuknya seperti alat kelamin laki-laki. Tapi Coritto justru telah meminjamkan alat tersebut kepada orang lain. Metro pun mendatangi pembuat dildo dan yang dibuat sama seperti milik Coritto.

Kini onani dianggap tabu serta merusak moral. Onani juga dianggap sebagai kegiatan yang menyimpang sehingga dapat menjadi pemicu rusaknya mental generasi muda. Onani juga sudah menjadi “budaya”, yang biasa dilakukan banyak orang di dunia ini.

Demikian informasi mengenai onani yang menjadi ritual pada zaman Mesir purba. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here