Operasi Prostat TURP

SehatFresh.com РProstat adalah kelenjar seukuran buah kenari yang menghasilkan cairan mani pada pria. Kelenjar ini mengelilingi uretra, yaitu saluran yang menghubungkan kandung kemih ke luar tubuh. Seiring bertambahnya usia, prostat seringkali membesar. Ini memampatkan uretra sehingga membuat buang air kecil menjadi lebih sulit. Kondisi ini dikenal sebagai benign prostatic hypertrophy  (BPH) atau pembesaran prostat. Jika prostat menjadi terlalu besar, dokter mungkin menyarankan prosedur yang dikenal sebagai transurethral resection of prostate (TURP) guna meringankan gejala tidak nyaman dan rasa sakit terkait dengan pembesaran prostat.

Operasi biasanya tidak dijadikan pilihan pertama, tetapi mungkin dianjurkan jika pengobatan dan perawatan lainnya tidak meredakan gejala. Ada beberapa indikasi bahwa TURP mungkin diperlukan. Ini meliputi infeksi saluran kemih (ISK), perdarahan dari prostat, peningkatan buang air kecil di malam hari, kencing batu, buang air kecil lambat dan kerusakan ginjal. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, dokter akan mengevaluasi kesehatan secara keseluruhan, riwayat kesehatan, dan ukuran dan bentuk kelenjar prostat untuk menentukan apakah TURP mungkin tepat untuk Anda.

Anda akan menerima anestesi umum sehingga Anda akan tertidur dan bebas rasa sakit. Pilihan lain adalah anestesi spinal, yang mematikan saraf-saraf di tubuh bagian bawah sehingga Anda tidak akan merasa sakit. Dokter bedah akan menggunakan menggunakan alat yang bernama resectoscope yang dimasukkan melalui ujung penis. Dokter bedah kemudian menggunakan resectoscope dibantu lup atau kaca pembesar dengan putaran kawat khusus dan serat laser untuk membuang jaringan yang menghalangi aliran urin. Potongan jaringan tersebut nantinya akan terbawa oleh cairan yang masuk ke dalam kandung kemih dan akhirnya keluar dari tubuh pada akhir operasi.

Prosedur TURP biasanya membutuhkan tiga sampai enam minggu periode pemulihan di mana Anda harus menghindari aktivitas berat. Jika Anda mengalami gejala-gejala infeksi seperti demam, perdarahan terus-menerus, impotensi yang berlangsung lebih dari tiga bulan, atau sakit yang tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan, segera beritahu dokter.

Karena prosedur TURP memerlukan anestesi dan invasif, efek samping dapat terjadi. Efek samping tersebut diantaranya pembekuan darah, sulit bernapas, risiko infeksi, serangan jantung atau stroke. Karena daerah prostat dan sekitarnya adalah jaringan halus, kemungkinan komplikasi lain yang dapat terjadi adalah kesulitan mengendalikan aliran urin, infertilitas, kesulitan mempertahankan atau mencapai ereksi, striktur uretra yang membatasi aliran urin, ejakulasi retrograde (air mani mengalir mundur ke dalam kandung kemih) dan kerusakan organ. Diskusikan masing-masing risiko tersebut dengan dokter untuk menentukan apakah prosedur TURP adalah pilihan terbaik bagi Anda.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY