Osteopenia Peringatan Awal Osteoporosis

SehatFresh.com – Tulang secara alami semakin menipis seiring dengan usia yang semakin bertambah. Dimulai pada usia pertengahan, tubuh menyerap kembali sel-sel tulang lebih cepat daripada pembuatan tulang baru. Akibatnya, tulang akan kehilangan mineral, berat (massa), dan struktur, sehingga membuatnya lemah dan rentan patah. Semua orang mulai kehilangan massa tulang setelah mereka mencapai puncak kepadatan tulang pada sekitar usia 30 tahun. Semakin baik kepadatan tulang di usia 30, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan osteopenia atau osteoporosis.

Osteopenia merujuk pada kepadatan tulang yang lebih rendah tetapi tidak cukup rendah untuk diklasifikasikan sebagai osteoporosis. Kepadatan tulang adalah pengukuran untuk kepadatan dan kekuatan tulang. Jika kepadatan tulang lebih rendah dibandingkan dengan kepadatan normal, Anda dikatakan memiliki osteopenia. Memiliki osteopenia berarti Anda menjadi lebih berisiko terkena osteoporosis.

Beberapa orang yang memiliki osteopenia mungkin tidak mengalami tulang keropos. Mereka mungkin hanya secara alami memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah. Ada juga kemungkinan osteopenia terjadi akibat satu atau lebih kondisi lain, proses penyakit, atau perawatan. Wanita jauh lebih mungkin untuk mengembangkan osteopenia dan osteoporosis daripada pria. Hal ini karena wanita memiliki kepadatan tulang lebih rendah dan karena hilangnya massa tulang mempercepat perubahan hormonal yang terjadi pada saat menopause.

Memiliki riwayat keluarga osteoporosis, memiliki tubuh yang kurus, kurang aktivitas fisik, merokok, sering minum minuman bersoda, dan minum alkohol dapat meningkatkan risiko osteopenia. Gangguan makan atau masalah metabolisme yang tidak memungkinkan tubuh untuk mengambil dan menggunakan cukup vitamin dan mineral juga dapat menjadi penyebabnya. Paparan radiasi, kemoterapi, atau obat-obatan seperti steroid yang digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi, juga dapat memengaruhi kepadatan tulang yang mengarah ke osteopenia.

Tidak ada gejala yang menunjukkan osteopenia. Para ahli menyarankan agar wanita yang berusia lebih dari 50 dan pria yang berusia lebih dari 65 tahun harus melakukan tes kepadatan tulang. Jika Anda berada pada peningkatan risiko untuk patah tulang yang disebabkan oleh osteoporosis, skrining rutin harus dimulai lebih cepat.

Banyak pria berpikir mereka tidak beresiko osteopenia atau osteoporosis, karena ini umumnya dianggap kondisi yang lebih umum pada wanita. Karena pria memiliki puncak kepadatan tulang yang lebih tinggi daripada wanita di usia pertengahan, osteopenia dan osteoporosis cenderung terjadi pada usia yang lebih tua pada pria. Pria juga berisiko osteopenia jika mereka memiliki kadar hormon testosteron yang rendah.

Tulang mencapai puncak kepadatannya hingga Anda berusia sekitar 30 tahun. Jadi untuk yang berusia kurang dari 30, menjaga kepadatan tulang akan membawa manfaat jangka panjang. Untuk memaksimalkan kepadatan tulang, pastikan Anda mendapatkan banyak kalsium dan vitamin D melalui diet dan dengan menghabiskan sedikit waktu di bawah sinar matahari pagi. Pastikan juga untuk berolahraga secara teratur, tidak merokok, serta menghindari soda dan alkohol .

Jika sudah berusia lebih dari 30, masih belum terlambat untuk membuat perubahan gaya hidup sehat guna menjaga kesehatan tulang. Diet seimbang dan olahraga teratur akan membantu memperlambat hilangnya kepadatan tulang, memperlambat osteopenia, dan mencegah osteoporosis.

Sumber gambar : lethomeremedies.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY